0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Petani Panen Kedelai Lebih Awal

Petani panen kedelai lebih awal karena terendam air hujan (foto: Putra)

Sukoharjo – Sejumlah petani di Kecamatan Weru terpaksa harus memanen tanaman kedelai mereka lebih awal untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Hal ini diakibatkan lahan kedelai mereka tergenang air hujan, sehingga kedelai berwarna putih dan cepat membusuk.

“Kita terpaksa panen cepat karena ladangnya terendam air hujan, padahal panennya masih sekitar dua minggu lagi. Daripada ruginya semkin banyak karena kalau menunggu sampai masa panen bisa-bisa busuk semua,” kata salah satu petani, Harso, Sabtu (1/10).

Di Desa Karangwuni, ada sekitar 30 hektar lahan kedelai yang terpaksa harus dipanen lebih awal dari jadwal panen. Dengan kondisi seprti ini, hasil panen petani berkurang hingga 40 persen dibandingkan jika dipanen sesuai masa panen semstinya.

Ditambah lagi, dalam kondisi cuaca yang sering terjadi hujan seperti saat ini, hasil panen juga kurang baik, mengingat kedelai paling bagus jika dipanen saat kering. Namun untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat lahan pertanian tidak bisa segera mengering, petani lebih memilih panen dini.

“Sebenarnya kalau kondisi normal, untuk satu hekar bisa menghasilkan sekitar delapan ton kedelai, namun dengan kondisi seperti saat ini hanya lima ton saja. Padahal harga kedelai untuk saat ini sedang bagus-bagusnya,” tandasnya.

Diketahui pada bulan Juli kemarin, Pemerintah bersama TNI mencanangkan kecamatan Weru sebagai sentra ladang kedelai. Program ini dijalankan dengan mempersiapkan lahan seluas 900 hektar dari total ladang kedelai di Sukoharjo seluas 1.150 hektar.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge