0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ijab Qobul Diundur KUA Tanpa Alasan Jelas, Belasan Warga Kecewa

(Ilustrasi) Ijab qobul (dok.timlo.net/gg)

Wonogiri — Belasan warga di Kecamatan Karangtengah terpaksa menjadwal ulang acara pernikahan anak mereka. Pasalnya, hari sakral dimana prosesi ijab qobul berlangsung, dicancel oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) setempat secara lisan. Akibatnya, acara yang semula sudah tertata rapi menjadi berantakan.

“Benar, tapi ada pemberitahuan dari pihak KUA itu pun secara lisan seminggu sebelum hari H. Memang sejak awal komitmen kita akan menikahkan anak pada Kamis (28/9) pagi, Itu prosesi ijab qobulnya, dan resepsinya Jumat (29/9). Berhubung ada pemberitahuan itu, terpaksa ijab qobul dilakukan bersamaan dengan resepsi,” ungkap warga Dusun Sampang, Desa Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Marmo, Sabtu (1/10).

Sehingga kata Marmo, dengan adanya pengunduran jadwal tersebut ,pihaknya pun terpaksa mengatur ulang semua kebutuhan dan perlengkapan prosesi pernikahan anaknya.

“Kalau tidak salah, selain saya, dalam satu kecamatan ada sekitar 16  hingga 18 orang yang bersamaan diundur waktu ijab qobulnya, ya sama di hari Kamis (28/9) itu,” katanya.

Ia menyebut jika pengunduran prosesi pernikahan putra putri mereka oleh pihak KUA Karangtengah tanpa sebab. Mereka berdalih jika tanggal dan hari tersebut, KUA Kecamatan Karangtengah tidak bisa melayani pernikahan lantaran bersamaan adanya pemeriksaan adiministrasi di kantor tersebut dari pemerintah.

Dalam hitungan adat Jawa, di saat prosesi pernikahan biasanya menggunakan istilah hari baik. Dimana hari tersebut dianggap baik untuk upacara pernikahan atau ijab qobul yang dianggap sakral dalam kehidupan masyarakat Jawa.

“Ya maaf kalau saya salah atau apa. Pada dasarnya saya juga kecewa dengan adanya hal ini, tapi  yang terpenting saat ini prosesi pernikahan anak saya sudah terlaksana,” katanya.

Ditambahkan, dalam prosesi pernikahan, rata-rata masyarakat Kecamatan Karangtengah memilih mengundang naib (penghulu) datang ke rumah mereka untuk prosesi ijab qobulnya. Mereka beralasan jika datang ke kantor KUA yang terletak di kota kecamatan terlalu jauh. Sedang soal biaya ia mengatakan jika pembayaran biaya pernikahan itu dikirim melalui bank yang ditunjuk sebesar Rp 600 ribu. Peristiwa tersebut menurutnya kali pertama ada dan terjadi di kecamatan itu.

“Kemarin kita undang penghulu ke rumah, kebetulan dekat rumah ada masjid, jadi prosesi ijab qobulnya di masjid,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge