0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengeboman Ikan di Perairan Raja Ampat Semakin Marak

(Ilustrasi) Perairan Raja Ampat (dok.mereka.com)

Timlo.net — Warga Dusun Waipele, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, meminta aparat yang berwenang agar mengatasi maraknya pengeboman ikan di perairan Dusun tersebut.

Kepala Dusun Waipele Lodrik Rumayom mengatakan, masyarakat setempat sangat menjaga perairan Dusun tersebut karena merupakan salah satu kawasan konservasi kabupaten Raja Ampat. Menurut dia, nelayan setempat menangkap ikan hanya menggunakan alat tradisional dengan tujuan untuk melindungi kawasan konservasi itu.

Namun nelayan dari luar seperti kota Sorong dan sekitarnya sering menangkap ikan di perairan tersebut menggunakan bahan peledak dan bahan kimia berbahaya bagi ekosistem laut.

“Kami sudah melaporkan hal ini kepada koramil dan polsek karena masyarakat setempat tidak berani menegur nelayan tersebut takut dilukai dengan bahan peledak,” kata Lodrik di Sorong, Sabtu (1/10) seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, terumbu karang kawasan Batu Anyo Dusun Waipele banyak yang rusak akibat bahan peledak dan masyarakat setempat sudah melaporkan hal ini kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar mendorong pemerintah mengatasi masalah tersebut.

Pemerintah Raja Ampat maupun LSM konservasi laut selama ini melakukan sosialisasi menjaga dan melestarikan ekosistem laut dan masyarakat setempat sudah melakukan hal itu. Untuk itu, masyarakat minta agar di Dusun Waipele ada pos aparat keamanan gabungan untuk mengawasi nelayan dari luar melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge