0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Untuk Runtuhkan Gedung Panin Bank Ini Hanya Gunakan 15 Orang

dok.merdeka.com
Gedung Panin Bank Bintaro (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Gedung Panin Bank yang berada di Bintaro Sektor 7, Kota Tangerang Selatan akan segera dirobohkan. PT Wahana Infonusa sebagai perusahaan yang ditunjuk oleh Bank Panin untuk merobohkan gedung di Bintaro Sektor 7, Kota Tangsel melalui Project Manager-nya yakni Ari Yudhanto menyampaikan hanya menggunakan 15 orang untuk meruntuhkan gedung tersebut.

“Hanya 10-15 orang saja cukup, karena sebenarnya kami sudah pernah melakukan seperti ini. Hanya saja ini lebih tinggi dan ini pertama kali dilakukan di Indonesia dengan menempuh prosedur yang benar, seperti melakukan pengujian dan evaluasi serta presentasi,” ujar Ari, saat ditemui di sebuah ruko yang dikontrak untuk menjadi kantornya sekitar lokasi, Jumat (30/9) kemarin.

Dia menuturkan, peristiwa sebelumnya yang membuat heboh pada Juni 2016 lalu telah menjadi pelajaran untuk kedepan agar peruntuhan gedung harus disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki.

“Ada pengetahuan dan kemampuan, dan prosedur yang harus ditaati. Tentu itu bagus buat pembelajaran,” kata dia.

Sebenarnya, kata Ari, memang lebih efektif menggunakan dinamit untuk meruntuhkan gedung karena terbilang lebih cepat. Tetapi di Indonesia hal itu dilarang karena terbentur dengan regulasi salah satunya berdampak pada lingkungan.

“Tetapi tak masalah, kita juga akan tetap merubuhkannya pada hari itu juga (Jumat 7 Oktober 2016),” ujar dia.

Pihaknya telah menginventarisir bahwa luas tanah gedung tersebut sekitar 1,3 hektare dan memiliki tinggi yang tersisa saat ini setinggi 86 meter. Gedung itu dirobohkan menggunakan wrecking ball dan cairan kimia serta pasir dan air yang akan ditaruh di bagian atas gedung.

“Pasir dan air untuk membebani bangunan. Sedangkan air selain untuk membebani juga untuk mengurangi debu yang dihasilkan dari runtuhnya bangunan itu,” tandasnya.

Ari menambahkan, telah mengasuransikan seluruh bangunan yang ada di sekitar gedung tersebut. Hal itu dilakukan agar nanti jika ada kerusakan menjadi tanggung jawab PT Wahana Infonusa.

“Walau kita tahu ini jatuhnya tak akan ke samping tak seperti pohon tumbang, kita tetap berjaga-jaga. Jangan sampai ketika kita melakukan perubuhan ada yang mengklaim bahwa kerusakan bangunan mereka karena kita,” ujar dia.

Pihak asuransi yang ditunjuk PT Wahana Infonusa, kata Ari, telah melakukan inventarisasi asset terhadap seluruh bangunan yang ada di sekitar gedung Panin tersebut. “Yang jaraknya sekitar 70-80 meter dari lokasi,” tukasnya.

Persiapan untuk meruntuhkan bangunan tersebut menurut Ari, sudah sekitar 80 persen. Sayangnya hingga kini pihaknya mengaku belum mendapat gambar detailnya. Sehingga masih harus terus dikaji struktur bangunannya.

“Sudah 80 persen siap, tetapi beberapa titik masih kami hitung. Karena kita belum mendapat gambar detailnya,” pungkasnya. [gil]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge