0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Marwah Daud di Padepokan Dimas Kanjeng, Jimly: Tak Ada Urusan dengan ICMI

dok.merdeka.com
Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi diperiksa polisi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menegaskan, aktivitas di Padepokan Dimas Kanjeng tidak ada hubungan antara ICMI. Jimly menjelaskan, keberadaan Cendekiawan Muslim, Marwah Daud Ibrahim sebagai Ketua Padepokan Dimas Kanjeng adalah kepentingan pribadinya.

“Enggak ada urusan dengan ICMI bila Marwah Daud ada di dalamnya. Lagi pula dalam organisasi ICMI tidak ada pembenaran untuk hal-hal yang sifatnya maksiat dan melanggar hukum,” kata Jimly saat kunjungan mengikuti kegiatan ICMI di Gorontalo, Jumat (30/9) malam.

Dirinya mengaku prihatin dengan kasus ini. Jimly pun meminta kasus pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, Taat Pribadi, jadi gambaran umum untuk masyarakat yang sering kehilangan rasionalitas di tengah kebebasan.

“Jadi fenomena Kanjeng Dimas adalah bagian dari fenomena tadi, dan kita tidak bisa melihatnya sepenggal-sepenggal,” ujar dia, seperti dilansir Antara.

Jimly mengatakan, kasus dugaan penggandaan uang dilakukan Taat Pribadi jika dilihat dari syariat agama dan hukum negara tidak benar. Sebab, menurut dia, untuk membuat uang, negara sudah menunjuk lembaga resmi.

“Penggandaan uang adalah murni pidana, sama halnya dengan membuat uang palsu,” tegas Jimly.

Dia mengimbau kepada kaum cedekiawan, harus jadi contoh dan berpikir yang benar, baik secara ilmiah maupun hukum negara, dan hukum Agama, jangan sampai terlibat dalam fanatisme buta yang keliru. Dirinya mempercayakan kasus Kanjeng Dimas ini kepada pihak kepolisian, baik persoalan dugaan kasus pembunuhan maupun kasus penipuan penggandaan uang.

Seperti diketahui, polisi saat ini sedang mengusut kasus pembunuhan terhadap dua mantan santri padepokan. Diduga pemilik padepokan itu merupakan otak pembunuhan tersebut.

Selain itu, polisi juga menyelidiki laporan masyarakat yang merasa tertipu oleh Taat Pribadi. Modus penipuan itu yakni meyakinkan korban bahwa dirinya bisa menggandakan uang. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge