0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilgub DKI, Anies Bawesdan Mulai Sindir Ahok

Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Saling kritik antara pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub-Cawagub) DKI Jakarta mulai berasa. Kritik terutama ditujukan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Adalah sosok Anies Baswedan yang belakangan kerap mengomentari kinerja Ahok selama menjabat gubernur DKI Jakarta. Kritik Anies kepada Ahok dari pelbagai sisi. Terutama terkait program kerja yang dilakukan Ahok.

Dia menilai Ahok selama ini minim program saat memimpin DKI Jakarta. Bahkan sungai bersih di ibu kota selama ini dianggap meneruskan rencana Fauzi Bowo, gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.

Namun, Anies juga mengapresiasi terkait langkah Ahok meneruskan program itu. Sehingga terjadi kesinambungan meski pergantian pemimpin.

“Sebagai contoh, kita menyaksikan sungai-sungai bersih bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh pak Fauzi Bowo, lalu mulai dilaksanakan mulai akhir pemerintahan Pak Fauzi Bowo. Diteruskan oleh Bapak Jokowi, dua tahun terakhir ini diteruskan oleh Bapak Basuki. Jadi kesinambungan yang baik itu penting,” kata Anies, Jumat (30/9) kemarin.

Mantan Menteri Pendidikan ini juga merasa ibukota memang perlu berbenah lebih rapih. Apalagi banyak permasalahan bermacam-macam hadir. Sehingga ada baiknya mencari pemimpin dengan kriteria tidak suka mencari masalah.

“Jakarta banyak masalah, jangan pilih pemimpin yang mengadakan masalah. Yang dibutuhkan suasana positif, dialog ada, komunikasi ada. Sehingga masalah bisa diselesaikan dengan cara terhormat,” ujarnya.

Sikap kepemimpinan dengan berdialog, kata Anies, salah satunya dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selama menjabat sebagai gubernur DKI, Jokowi mempunyai cara lebih santun terutama dalam melakukan penggusuran.

Maka dari itu, Anies menilai cara dipakai Ahok dalam melakukan penggusuran di beberapa wilayah DKI Jakarta justru semakin membuat masalah. “Ketika era Pak Jokowi juga kan ada penggusuran, tapi dengan suasana yang berbeda karena itu kita ingin kembalikan (seperti dulu),” kata Anies, Rabu (28/9) lalu.

Ahok menanggapi santai kritik kepadanya, terutama masalah penggusuran. Baginya pelbagai kebijakan itu sudah sesuai aturan. Apalagi itu dilakukan demi target normalisasi sungai selesai akhir tahun ini.

“Saya tidak ada pilihan. Bagi saya masyarakat Jakarta harus menilai, kalian dulu pilih saya jadi wakil gubernur sama Pak Jokowi kenapa? Karena kalian percaya saya bisa mengatasi banjir,” terang Ahok. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge