0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari Sorot Pembangunan SD Danukusuman

timlo.net/achmad khalik
Kasi Pidsus Kejari Solo, Suyanto (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo kembali menemukan dugaan penyimpangan dana pembangunan di SD Danukusuman, Serengan, Solo. Dana bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini digunakan untuk pembangunan ruang kelas dengan total anggaran mencapai Rp 2,2 Miliar.

“Kami telah melakukan pengecekan ke lokasi sekolah,” terang Kasi Pidsus Kejari Solo, Suyanto, Jumat (30/9).

Kasus SD Danukusuman, kata Suyanto, hampir mirip dengan dugaan penyimpangan yang terjadi di SMP Negeri 14 Solo yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan saksi. Anggaran dari dana APBN tersebut, dikelola secara mandiri atau swakelola dengan membentuk panitia bernama Program Revitalisasi Sekolah (PRS) SD Danukusuman. Ketua PRS adalah dari salah satu guru di sekolah bersangkutan.

“Sejulah barang bukti telah kami amankan termasuk CPU dan puluhan dokumen,” jelas Suyanto.

Dugaan penyimpangan yang dilakukan, lanjutnya, meliputi pembelian barang bangunan fiktif, mark up volume pembelian bahan bangunan, mark up harga pembelian bahan bangunan, stempel toko bangunan palsu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Danukusuman, Sugiarto melaui salah seorang guru, Endang, mengatakan kepala sekolah sedang rapat di Disdikpora sehingga belum bisa memberikan keterangan soal itu.

“Kami akan memberikan keterangan secara resmi jika persoalan itu sudah selesai semua,” kata Endang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge