0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Penyimpanganan Dana RTLH, Pelapor Diperiksa Dua Kali

Warga Desa Nengahan, Bayat beraudiensi dengan Kepala Bapermas Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Nengahan, Kecamatan Bayat masih menanti hasil rekomendasi yang dikeluarkan Inspektorat Kabupaten Klaten. Hal itu menyusul dugaan penyimpanganan dana stimulan Rp 8 juta untuk pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Beberapa hari lalu kita bertemu dengan Bapermas (Badan Pemberdayaan Masyarakat) dan Pak Camat (Bayat) untuk koordinasi masalah itu. Intinya, kita diminta menunggu hasil rekomendasi Inspektorat,” ujar KPMD Nengahan, Harjianto, Jumat (30/9).

Selain menunggu hasil rekomendasi, Harjianto mengaku juga sudah dimintai keterangan tim dari Inspektorat. Ia diperiksa sebanyak dua kali pada Jumat (23/9) dan Selasa (27/9), di Kantor Kecamatan Bayat.

“Ditanya seputar kronologi penyimpangan bantuan RTLH dan semua keluhan warga sudah saya sampaikan. Yang jelas kita menunggu dulu hasilnya (rekomendasi Inspektorat) bagaimana,” ungkap Harjianto.

Sebelumnya, Inspektur Inspektorat Klaten Syahruna meminta masyarakat untuk bersabar sebelum dikeluarkannya rekomendasi dugaan penyimpangan bantuan RTLH. Sebab selama sepekan terakhir pihaknya sudah menerjunkan tim ke tiga desa di Kecamatan Bayat, serta mengambil sampel di beberapa kecamatan yang telah menerima bantuan tersebut.

“Soal hasil kesimpulannya belum final. Mungkin pekan depan,” kata dia saat ditemui wartawan, di Kompleks Pemkab Klaten, Kamis (29/9).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge