0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tampil di Majalah Playboy, Wanita Muslim Berhijab Ini Dikritik

Noor Tagouri. (Dok: Timlo.net/ Nextshark.com )

Timlo.net—Seorang wanita Muslim menimbulkan kontroversi dan memperoleh reaksi positif dan negatif setelah tampil dalam majalah pria populer, Playboy. Memakai hijab, jurnalis wanita Amerika Noor Tagouri tampil di majalah Playboy edisi Oktober dengan tema “Regenade” atau pemberontak. Dalam edisi itu, Playboy menampilkan sederetan orang yang mempertaruhkan semuanya bahkan hidup mereka untuk melakukan apa yang mereka cintai.

Disebut majalah itu sebagai aktivis tangguh, reporter keturunan Libya berusia 22 tahun itu difoto dengan memakai jaket kulit hitam, jins, sepatu olahraga dan hijba atau kerudung. Tagouri baru-baru ini bekerja untuk jaringan stasiun berita Newsy tapi bermimpi untuk menjadi pembaca berita pertama yang memakai hijab di stasiun televisi Amerika.

Dia berkata dia menggunakan tantangan menjadi seorang wanita Muslim di Amerika Serikat (AS) sebagai inspirasi untuk karirnya.

“Saya tahu bagaimana rasanya melihat cerita komunitas kami dipelintir dan dieksploitasi di media. Saya seolah ingin berkata, ‘Hey, saya tahu rasanya disalahpahami di media. Saya tidak akan melakukan itu pada Anda. Saya ingin menceritakan kisah Anda karena itu penting dan layak mendapatkan keadilan.’” kata Noor.

Kampanye viral #LetNoorShine membuatnya menjadi sorotan publik pada 2012. Dia juga menjadi lebih populer di sosial media dengan lebih dari 100 ribu pengikut. Tapi sekarang ini banyak pihak mempertanyakan keputusannya tampil dalam majalah itu sebagai inspirasi dan arah positif untuk para wanita Muslim.

Walaupun Playboy memutuskan untuk tidak lagi menyertakan foto wanita telanjang dalam majalah mereka awal tahun ini, masih banyak pihak yang beranggapan jika tampilnya Noor di sana tidak pantas.

“Playboy sinonim dengan pornografi, “tulis The Muslim Vibe, sebuah majalah online.

“Majalah itu menjadi yang terdepan dalam memperlakukan wanita sebagai obyek, komoditas dan alat seksual selama berdekade dan hanya karena mereka lebih lunak dengan foto mereka, bukan berarti kita bisa mulai memakai platform ini,” tambah majalah itu.

Beberapa rekan Noor beranggapan jika keputusannya tampil di majalah yang memperlakukan wanita sebagai obyek adalah tindakan yang patut disayangkan.

Sumber: Nextshark.com

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge