0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dosen FMIPA UNS Ini Ciptakan Alat Deteksi Banjir

Muchtar Yunianto, pencipta alat deteksi banjir (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Belakang ini curah hujan sedikit meninggi intensitasnya, sehingga permukaan air sungai bisa sewaktu-waktu meluap, bahkan bisa terjadi banjir. Namun kini kekawatiran akan terjadi banjir tidak perlu dirisaukan, karena bisa dideteksi sebelumnya dengan menggunakan alat deteksi banjir.

“Alat itu kami namakan SMART FEWS (Sebelas Maret Flood Early Warning System),” ungkap Muchtar Yunianto, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Sang Pencipta Alat Deteksi Banjir saat memaparkan hasil karyanya kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Jumat (30/9).

Muchtar mengemukakan, selama ini memang ada alat deteksi banjir, namun alat yang telah terpasang ternyata belum bisa secara maksimal memberikan informasi kepada warga bantaran sungai. Akibatnya antisipasi terhadap datangnya banjir, terkadang terlambat.

Diceritakan, ia beserta tim, sejak tahun 2011 mengembangkan alat deteksi dini terhadap banjir. Semula output data dapat dikirim melalui SMS pada nomor yang tersimpan, selanjutnya output data dapat terkirim dan tersimpan dalam website dengan situs banjir.mitigasi.com. Namun pengembangan terakhir alat deteksi tersebut berhasil dikembangkan memakai system berbasis android yang dapat mengirim informasi berupa gambar, dengan memasang kamera, untuk mendeteksi kondisi permukaan air.

Dipilih android, kata Muchtar, karena android sebagai alat ternyata lebih canggih dan dapat terhubung internet. “Sekarang handphone sudah canggih dan selalu on dengan koneksi internet, disitu ada pergerakannya terlihat, bisa terpetakan, dan bisa terprediksikan, bisa dicek per tahun, per bulan, per hari, level air akan naik, muncul levelnya hijau, kuning sampai akhirnya merah, ” jelasnya.

Alat tersebut, menurut Muchtar, juga dilengkapi sensor untuk antisipasi pencurian sehingga langsung diketahui petugas, juga dilengkapi sel surya yang ditangkap aki untuk sistem listriknya serta  sistem untuk menyimpan dana dalam web, untuk mengetahui perkembangan data. Sistem juga dapat dipadukan dengan deteksi bencana alam lainnya seperti banjir bandang dan longsor.

Kini, menurut Muchtar lagi,  di sepanjang sungai Bengawan Solo, menurut dosen FMIPA UNS itu, alat tersebut telah memasang di 10 titik, sedangkan di Ponorogo Jawa Timur 2 titik, dan pada Oktober 2016 dengan menggunakan dana skema Pengabdian Masyarakat, pihaknya akan memasang 2 titik di  kabupaten Pati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge