0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuhan Dua Santri Kanjeng Dimas

Tiga Pecatan TNI Diringkus, Satu Kolonel Masuk DPO

merdeka.com
3 Pecatan TNI pelaku pembunuhan santri Padepokan Kanjeng Dimas (merdeka.com)

Timlo.net – Tiga orang pecatan TNI ditangkap polisi lantaran terlibat dalam kasus pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayat, pengikut dari Padepokan Kanjeng Dimas. Ketiganya adalah Letnan Kolonel (Letkol) Wahyudi, Letkol Wahyu Wijaya, kemudian Kapten Achmad Suryono.

Letkol Wahyudi merupakan seorang pensiunan dari kesatuan TNI Angkatan Darat, kemudian Letkol Wahyu Wijaya dan Kapten Achmad Suryono terkena PTDH dari TNI AD.

“Dalam pembunuhan terhadap korban atas nama Abdul Gani, tersangka Taat Pribadi minta bantuan mereka. Dan ketiganya mempunyai peran masing-masing dalam melakukan pembunuhan terhadap korban Abdul Gani,” terang Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah, Kamis (29/9).

Peran ketiga tersangka itu seperti, Wahyu Wijaya berperan melakban korban, tersangka Wahyudi berperan membawa mobil korban yakni Avansa N 1216 NQ. Sedangkan, tersangka Achmad Suryono, berperan membuang mobil Avansa.

Selain itu, polisi juga telah menangkap satu orang yakni Kurniadi merupakan warga sipil.

“Pembunuhan itu dilakukan atas perintah tersangka Taat Pribadi. Dan Pembunuhannya dilakukan di ruang tim pelindung,” tutur Taufik.

Sedangkan untuk kasus pembunuhan dengan korban Ismail Hidayat, ditangani Polres Probolinggo.

“Tapi, di kasus itu, ketiga orang yang pernah menjadi tentara ini juga ikut terlibat,” tandas dia.

Namun saat pembunuhan terjadi ketiganya sudah tidak menjadi anggota TNI.

Selain menangkap empat orang tersangka, pihaknya juga menetapkan lima orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah BR, RD, MY, EY dan AP. Bahkan salah satunya seorang anggota TNI aktif berpangkat Kolonel berinisial RD. Polisi yang menangani terpaksa harus melakukan koordinasi dengan POM.

“Ini masih dilakukan penyelidikan yang dilakukan penyidik mengenai kebenaran keterlibatan oknum tersebut (TNI),” ujar Taufik Herdiansyah.

[hhw]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge