0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Dukun, Tedy Bawa Lari Perhiasan

dok.merdeka.com
Ilustrasi penipuan (dok.merdeka.com)

Sragen – Polsek Karangmalang meringkus seorang dukun palsu, Tedy Ahmad Parmanto, asal Jalan Mawar RT 03/09 Kebon Pala, Jakarta Timur. Pelaku mengaku bisa mengobati berbagai macam pentakit dengan melalui ritual cukup aneh.

“Modusnya saat akan mengobati, korban disuruh melepas semua perhiasan yang dipakainya sebagai salah satu syaratnya,” kata Kapolsek Karangmalang, AKP Agus Iriyanto mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, Kamis (29/9).

Pengungkapan kasus itu bermula pada Rabu (28/9) sekitar pukul 17.00 WIB saat pelaku, Tedy, singgah di warung sate milik Rudy Hartono (43), warga Dukuh Jaten RT 04, Desa Pelemgadung, Kecamatatan Karangmalang untuk makan. Selama di warung itu pelaku banyak bercerita kalau dia bisa mengobati berbagai penyakit.

Kebetulan saat itu istri Rudy juga mengeluh tengah menderita pegal linu di bagian persendian. Karena percaya, akhirnya Tedy diajak oleh Rudy ke rumah untuk mengobati istrinya.

Dalam proses pengobatan syarat yang diajukan cukup aneh, yaitu seluruh perhiasan yang dikenakan istri Rudi harus ditanggalkan. Alasannya agar pengobatan lebih optimal. Kemudian korban diminta mengelilingi rumahnya agar tidak kena balak.

”Saat ditinggal mengelilingi rumah, pelaku langsung kabur dan membawa perhiasan milik korban,” ujar AKP Agus Iriyanto.

Pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion nopol B 3211 UCO. Saat melihat Tedy kabur, Rudy langsung sadar. Kemudian dia minta tolong warga untuk mengejar Tedy.

Aksi kejar kejaran ini berlangsung hingga pelaku ditangkap di Kecamatan Kedawung. Tedy akhirnya digelandang ke Polsek Karangmalang.

Dari hasil kejahatan polisi mengamankan perhiasan 10 gram gelang emas, 10 gram kalung emas, dua gram cincin, satu gram anting, serta satu gram liontin emas. Semuanya diperkirakan senilai Rp 5,75 juta.

Lantaran perbuatannya tersebut pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge