0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengusaha Rokok Ilegal Mengaku Dianiaya Petugas Bea Cukai

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Pemilik ratusan ribu batang rokok tanpa cukai di Kabupaten Demak, Sulaiman diduga dianiaya oleh petugas Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sebelumnya, Sulaiman ditangkap dan diperiksa oleh petugas yang bersangkutan.

Kuasa hukum Sulaiman, Yosep Parera mengatakan, terdapat pelanggaran prosedur yang dilakukan penyidik Bea Cukai saat menangani perkara kliennya itu.

“Ada pelanggaran mulai dari penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka hingga penahanan,” katanya di Semarang, Kamis (29/9).

Menurut dia, Sulaiman dianiaya saat menjalani pemeriksaan di kantor Bea Cukai di Semarang, usai ditangkap pada 5 September 2016. Dia mengungkapkan kliennya dianiaya dengan cara dipukuli, ditelanjangi, disiram dengan minuman, bahkan digundul.

Yosep mengaku telah mengirim surat permohonan resmi kepada Kepala Ditjen Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang isinya meminta salinan berkas penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka serta penahanan.

“Hingga saat ini keluarga Sulaiman belum menerima salinan surat-surat itu. Padahal sesuai KUHAP, keluarga wajib memperoleh salinan berkas-berkas itu untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” katanya.

Dalam permohonan itu, lanjut dia, juga diminta pembuatan berita acara pemeriksaan yang baru, mengingat adanya dugaan penganiayaan terhadap kliennya.

“Kami beri waktu 2×24 kepada Bea Cukai untuk memenuhi permintaan kami. Surat ini juga ditembuskan ke KPK serta Kepala Kejaksaan Negeri Demak,” katanya.

Jika hingga batas waktu yang ditentukan permintaan yang tertuang dalam surat permohonan itu tidak dipenuhi, kata dia, pihak keluarga Sulaiman akan melapor ke polisi atas dugaan penculikan. Dia menambahkan cukup banyak kejanggalan dalam penanganan perkara kliennya, termasuk dugaan gratifikasi yang diterima oknum di seksi penyidikan dan penindakan di Ditjen Bea Cukai.

Dikonfirmasi atas dugaan pelanggaraan prosedur penanganan perkara tersebut, Kepala Subseksi Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang Agus Nugraha menyatakan tidak benar.

“Tersangka ini tertangkap tangan, jadi tidak perlu surat penangkapan,” katanya.

Selain itu, dia juga membantah terjadi penganiayaan terhadap Sulaiman saat dia diperiksa di kantor bea cukai.

“Setelah diperiksa langsung kami tahan di LP Kedungpane. Kalau memang kondisinya sakit tentu LP akan menolaknya,” tambahnya.

Jika memang tersangka akan melakukan upaya hukum, ia mempersilakan cara tersebut ditempuh.

Sebelumnya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang mengamankan 850 ribu batang rokok tanpa cukai dari seorang produsen rokok di Desa Bermi, Mijen, Kabupaten Demak.

Petugas menangkap Sulaiman yang diketahui sebagai pemilik komoditas ilegal tersebut. Tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 39 tahun 2007 tentang cukai.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge