0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

60 Persen Tower Seluler Di Solo Ilegal

foto: Khalik
Audiensi warga dengan komisi II terkait pendirian tower seluler ilegal di Kota Solo (foto: Khalik)

Solo – Sebanyak 60 persen tower yang berdiri di Kota Bengawan tidak berijin alias ilegal. Ini diketahui dari kalangan legislatif yang membeberkan data dari Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) kota Solo.

“Kami sangat menyayangkan, masih banyak tower ilegal yang berdiri di Kota Solo,” terang Ketua Komisi II DPRD kota Solo, YF Sukasno, Kamis (29/9).

Padahal, kata Sukasno, peraturan daerah (Perda) tentang pendirian tower seluler sudah sangat gamblang hingga menyentuh prosedur dan sanksi yang didapat. Di sisi lain, pendirian tower ilegal dapat memicu dampak konflik di masyarakat.

“Kita punya Perda No 3/ 2012, selain itu ada SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 menteri yang mengatur tentang pendirian tower. Namun, sebelum aturan itu muncul, di Solo sudah banyak tower berdiri,” terangnya.

Pihaknya menyayangkan, regulasi yang telah dibuat tidak berlaku surut sehingga menara seluler yang dibangun sebelum perda maupun SKB 3 menteri keluar tidak terkena aturan. Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu meminta kepada Pemkot agar perusahaan yang mendirikan tower sebelum adanya regulasi untuk memenuhi segala persyaratan yang telah ditetapkan.

“Seharusnya, saat mengajukan ijin perpanjangan (tower-red), Pemkot dapat bertindak tegas dengan berdasar pada aturan yang telah dibuat,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, kasus pendirian tower ilegal kerap memicu konflik dengan warga sekitar. Bahkan, menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat itu sendiri.

Tak pelak, peran Pemkot dalam menangani masalah tersebut sangat berguna untuk meredam konflik yang terjadi.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge