0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggul Rusak, Warga Masaran Was-Was

timlo.net/agung widodo
Petugas BPBD Sragen dan warga gotong royong membuat tanggul dari karung berisi pasir (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Warga Desa Pilang, Kecamatan Masaran was-was oleh rusaknya tanggul di pinggir Sungai Bengawan Solo yang melintas di sekitar tempat tinggalnya. Rusaknya tanggul itu akiat arus air yang terlalu deras diambah dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

“Kalau rusaknya sudah sejak pertengahan Februari lalu dan belum ada perbaikan. Tapi sementara kita gunakan kantong (sak) berisi pasir untuk menahan air agar tidak luber,” kata Camat Masaran, Joko Suratno, Rabu (28/9).

Pihaknya terus memantau elevasi air Bengawan Solo yang selama ini masih dalam taraf normal. Namun curah hujan pada Selasa malam hingga Rabu pagi menyebabkan air cenderung naik hingga satu meter mulai pukul 12.00 WIB.

Lantaran kawatir tanggul bakal jebol, warga dibantu petugas dari TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen melakukan gotong royong membuat tanggul sementara dari kantong pasir.

Setidaknya ada empat desa di Kecamatan Masaran yang merasa was-was tanggul akan jebol dengan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini. Empat desa itu adalah  Pilang, Jati, Sidodadi dan Pringanom. Kalau tanggul sampai jebol, maka bisa dipastikan empat desa itu bakal kebanjiran.

Sementara Kepala Harian BPBD Sragen, Heru Wahyudi menyampaikan, tanggul semakin rusak lantaran curah hujan pada Rabu malam. Pihaknya telah menyiapkan 1.500 karung berisi pasir untuk dijadikan tanggul sementara sebagai pengganti yang rusak.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge