0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Ambrol, Warga Kesulitan Keluar Kampung

Ilustrasi Jembatan ambrol (dok.timlo.net/red)

Karanganyar — Jembatan penghubung Dusun Punukan dengan Dusun Sidomulyo di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Karanganyar ambrol, Senin (26/9) sore. Akibatnya, warga setempat harus memutar sekitar dua kilometer untuk keluar dari desa.

”Tidak ada banjir sama sekali, tiba-tiba ambrol,” kata Suparjo (39), salah satu warga Punukan, Rabu (28/9)

Suparjo mengatakan, jembatan itu ambrol sekitar pukul 15.30 WIB. Penyebab ambrol diduga karena struktur bangunan yang sudah rapuh termakan usia.

“Informasinya jembatan itu dibangun sekitar tahun 1965,” kata Parjo.

Dijelaskan, panjang jembatan itu sekitar 10 meter dengan lebar lima meter. Badan jembatan sudah ambrol sebagian. Badan jembatan yang masih bisa dilewati warga sektiar hanya dua meter. Namun demikian, warga memutuskan untuk menutup akses ke jembatan itu.

”Warga menutup akses ke jembatan, khawatir ada yang celaka,” imbuhnya.

Akibatnya, aktivitas warga dua dusun tersebut terganggu. Warga harus memutar melalui jalur lain sejauh dua kilometer. Hal ini mengingat jembatan itu akses utama bagi warga setempat.

”Warga tidak bisa leluasa pergi ke luar kampung. Ada satu jalan lainnya, tapi jaraknya jauh,” terangnya.

Suparjo menduga jembatan itu rusak karena sering dilalui truk pasir. Setiap hari setidaknya ada lima sampai 10 truk penuh muatan pasir yang melintas. Runtuhnya jembatan juga disebabkan karena pondasi jembatan terkikis air sungai.

”Bangunannya sudah lama, ditambah lagi sering dilewati truk pasir. Kami berharap jembatan ini segera dibangun kembali agar memperlancar aktivitas warga,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge