0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir, Belasan Rumah Warga Terendam

Banjir melanda sejumlah rumah di Wonogiri (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Hujan deras selama dua hari mengguyur wilayah Wonogiri memicu terjadinya bencana alam. Baik angin kencang, tanah longsor hingga tanah amblas dan banjir akibat luweng yang tersumbat.

“Dalam satu malam terjadi bencana alam di enam kecamatan. Yang meliputi Kecamatan Sidoharjo, Jatisrono, Sidoharjo, Paranggupito, Giritontro, Jatiroto dan Kismantoro,” ungkap Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Rabu (28/9).

Dari data BPBD, di Dusun Glagah Ombo, Desa Gendayaan, Kecamatan Paranggupito, pada Rabu dinihari, dilanda banjir. Sekitar 13 rumah yang dihuni 57 jiwa terendam banjir.

“Dusun Mbang Ampel, Desa Gendayaan, satu rumah milik Wartono (56) mengalami tanah amblas dengan diameter empat meter dan kedalaman dua meter. Total kerugian yang diderita sekitar Rp 15 juta,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab terjadinya banjir dan tanah amblas tersebut lantaran kurang lancarnya saluran air yang menuju luweng atau sungai bawah tanah. “Untuk kondisi air saat ini sudah mulai surut,” katanya.

Kemudian di Dusun Setren RT 4/RW7 Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, tanah longsor menimpa rumah milik Pardi (26). Dinding rumah bagian samping jebol tertimbun longsoran material. Beruntung saat kejadian pemilik rumah tersebut mendengar suara pergerakan tanah sehingga keluarga ini keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Relawan, TNI dan Polisi terjun langsung membantu warga, gotong royong membersihkan puing dan timbunan material,” katanya.

Sementara itu, di Dusun Telogosari, Desa Telogosari, Kecamatan Giritontro, sembilan rumah terendam banjir yang disebabkan kondisi luweng yang mampet.

“Kerawanan bencana alam tanah longsor juga terjadi di Desa Watangsono, Kecamatan Jatisrono, sebuah rumpun bambu runtuh dan tepat di bawahnya ada bangunan sekolah dasar (SD),” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge