0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Enam Pasangan Cagub-Cawagub Aceh Jalani Tes Baca Alquran

dok.merdeka.com
KIP Aceh uji kemampuan baca Alquran Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menguji kemampuan membaca Alquran enam pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Rabu (28/9). Kemampuan ini merupakan salah satu syarat mencalonkan menjadi Kepala Pemerintah Aceh.

Uji kemampuan membaca Alquran berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Semua calon sudah berada di masjid sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Semua kandidat duduk berbaris sebelah kanan mimbar masjid dan dewan penguji sebelah kiri. Kemudian penguji memanggil satu per satu untuk menghadap penguji guna mengambil nomor urut dan ayat yang akan dibacakan nantinya.

Penguji sebanyak enam orang pun menuntun Paslon untuk menunjukkan ayat yang akan dibacakan. Ayat yang dibacakan tersebut dituliskan dalam kertas kecil dan masing-masing mengambil kemudian menunjukkan pada penguji.

Selain itu ada ratusan warga menyaksikan langsung uji kemampuan membaca Alquran calon pemimpin Aceh. Warga yang menyaksikan berdiri dengan tertib di sekeliling tempat Paslon diuji kemampuan membaca Alquran.

Ketua penguji baca Alquran, H Jailani mengatakan, penilaian dilakukan bukan seperti peserta MTQ atau menguji imam besar masjid. Akan tetapi, penilaiannya hanya mampu dan lancar membaca Alquran.

“Ini siaran langsung, jadi kalau ada masyarakat yang menonton, ada yang sedikit kurang, jangan protes kok dilewatkan, karena penilaiannya bukan seperti peserta MTQ,” kata H Jailani saat memberikan pengarahan.

Adapun penilaian, kata Jailani, yaitu fasahah dalam membaca Alquran, tajwid, adab saat hendak membaca Alquran. Selain itu, penguji juga menilai pakaian yang digunakan serta kelancaran saat membaca Alquran.

“Tidak perlu berirama yang bagus. Tetapi kalau ada suara bagus dan berirama lebih bagus, ada nilai lebih,” jelasnya.

Sementara itu ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi mengatakan, uji kemampuan membaca Alquran bagian dari implementasi penerapan syariat Islam di Aceh. Jadi, ini jelas bukan hanya semata-mata sebagai syarat formal.

“Kita berharap nantinya, siapapun yang terpilih memiliki komitmen untuk menegakkan syariat Islam,” ungkap Ridwan Hadi.

Menurutnya, uji mampu baca Alquran untuk calon kepala daerah hanya ada di Aceh. Bahkan ini juga menjadi satu-satunya model di dunia, calon pemimpin ada uji kemampuan baca Alquran.

Katanya, Pilkada sebelumnya masih ada calon kepala daerah yang tidak mampu baca Alquran. Ia berharap, pada Pilkada kali ini semua calon mampu membaca Alquran.

Selain itu, Ridwan Hadi juga mengingatkan kepada seluruh kandidat agar bisa menciptakan Pilkada yang damai. Ia berharap, situasi sekarang bisa terus dipertahankan hingga nanti setelah Pilkada selesai dan sudah terpilih baru nantinya Aceh tetap kondusif. [ang]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge