0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jemaah Haji Asal Papua Ketinggalan Pesawat Gara-Gara Paspor

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dwi Hardono (38), jemaah haji asal Papua terpaksa harus menginap di Bandara King Abdul Jeddah lantaran paspornya sempat hilang. Meski akhirnya paspornya ketemu, tapi pesawat yang membawanya ke Makassar sudah terbang duluan.

Dwi harusnya terbang bersama rombongan kloter UPG 6 (Ujung Pandang) terbang hari Sabtu (24/9) pukul 10.00 waktu Arab Saudi. Namun paspornya baru ditemukan pukul 12.00 waktu setempat.

“Saya awalnya nitip tas kecil saya yang berisi paspor, apel dan roti ke istri saya, lalu saya tinggal salat. Nah ternyata istri saya tertidur. Bangun-bangun tas sudah hilang,” kata Dwi di Bandara Jeddah, Selasa (27/9). Adapun lokasi hilangnya paspor Dwi tersebut di sekitar ruang tunggu di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Menurutnya, tas akhirnya ditemukan oleh petugas kebersihan bandara di toilet. Lalu paspor tersebut diserahkan kepada petugas haji Daker Jeddah. Sayangnya, pesawat yang membawa jemaah haji ke Makassar untuk hari selanjutnya penuh, sehingga Dwi baru bisa diterbangkan hari Selasa (27/9).

“Hari Minggu tidak ada penerbangan ke Makassar, hari Senin tidak ada kursi kosong. Baru ada hari Selasa ini,” imbuhnya.

Akhirnya, Dwi terpaksa harus berada selama tiga hari di Bandara lantaran tidak bisa keluar bandara. Untungnya Dwi bisa menginap di kantor Daker Bandara yang lokasinya di dalam terminal haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

“Saya malah senang di sini. Selain dapat pengalaman banyak, kenal banyak orang, para petugas haji di sini ramah-ramah,” imbuhnya.

Sementara istri Dwi saat ini sudah berada di kampung halaman.

“Istri saya pulang duluan, dari Makassar terbang ke Yogjakarta karena kami asli Yogjakarta. Nanti bareng sama saya pulang ke Papua,” imbuh pria yang berprofesi sebagai guru matematika tersebut.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam kembali mengingatkan kepada para jemaah haji agar paspor yang telah diberikan kepada jemaah diletakkan di tas kalung, bersama dengan barang-barang penting lainnya.

“Kejadian ini sudah berulang kali. Mohon berkenan bapak dan ibu yang sudah kebagian paspor pastikan dipegang dan ditaruh di tas paspor. Tidak ditaruh di mana saja,” kata Kadaker Bandara Nurul Badruttamam di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge