0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanah Longsor Sebabkan Jalur Provinsi Ditutup

merdeka.com
Kostrad bantu korban tanah longsor Banjarnegara (merdeka.com)

Timlo.net — Akibat longsor yang terjadi di Desa Majatengah Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, ruas jalan penghubung antara kabupaten Banjarnegara dengan Pekalongan putus selama 12 jam. Longsor tersebut juga mengakibatkan rumah yang dihuni dua keluarga terancam.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo mengemukakan longsor yang menutup ruas jalan provinsi tersebut terjadi sejak Selasa (27/9) pagi. Penanganan untuk pembersihan longsoran di badan jalan, membutuhkan waktu hingga 12 jam karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Longsor yang terjadi menyebabkan jalan utama menjadi macet selama lebih dari 12 jam, sehingga dialihkan melalui jalan desa. Tim yang diturunkan sejak pagi, terus berusaha untuk membersihkan jalan dari longsoran dengan bantuan dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas Cilacap, petugas kecamatan, RAPI, SAR kabupaten dan unsur relawan lainnya,” katanya, Selasa (27/9).

Selain dibantu sekitar 30 personel, pembersihan jalan dilakukan dengan menurunkan alat berat yang mulai melakukan pembersihan sejak pukul 12.00 WIB. Tak hanya itu, sekitar pukul 17.00 WIB juga didatangkan satu alat berat lagi.

“Dalam proses penanganan, ada kendala cuaca yang tidak mendukung. Kadang hujan, kadang tidak. Kondisi tersebut menyebabkan selama beberapa waktu, alat berat tidak bekerja maksimal,” ucapnya.

Akhirnya, lanjut Andri, sekitar pukul 19.30 WIB jalan tersebut bisa dilalui kembali. Masih menurut Andri, selain menutup jalan, longsor juga menyebabkan dua keluarga yang tinggal di wilayah tersebut mengungsi. Kedua keluarga tersebut berjumlah sembilan jiwa di RT 04/RW 02.

“Selain pengungsian, saat ini pemadaman listrik juga dilakukan karena adanya tiang yang roboh saat longsor. Targetnya, malam ini listrik kembali bisa normal kembali,” ucapnya.

Selain longsor di Banjarnegara, bencana serupa juga terjadi di Desa Karanggayam Kecamatan Lumbir Banyumas sekitar pukul 14.30 WIB. Bencana longsor sepanjang 10 meter dengan ketinggian enam meter, menimpa rumah milik Sarja (58) beralamat di Desa Karanggayam RT 05/RW 04.

Akibatnya, pagar bagian belakang rusak dan kondisi rumah miring ke depan.

“Saat ini masih ditangani darurat dengan menahan bangunan menggunakan bambu untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan,” kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Heryana Ady Candra.

Tak hanya longsor, banjir juga terjadi pada waktu yang bersamaan di kawasan permukiman warga, yakni Desa Cidora dan Besuki di Kecamatan Lumbir Banyumas. Ketinggian air mencapai 20 centimeter karena meluapnya Sungai Lo Pasir di kawasan Desa Besuki dan Sungai Begadung di Desa Cidora.

“Setidaknya 15 rumah di Desa Besuki tergenang air dan delapan rumah warga di Desa Cidora tergenang luapan sungai,” jelas Candra.

Sampai kini, pihaknya masih terus melakukan monitoring di sejumlah titik rawan bencana yang ada di Kabupaten Banyumas, karena sejak Selasa (27/9) sore hingga malam hujan terus mengguyur wilayah tersebut.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge