0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gunung Barujari Meletus, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

merdeka.com
Ilustrasi Gunung Meletus (merdeka.com)

Timlo.net — Letusan Gunung Barujari yang merupakan anak Rinjani, berdampak kepada jalur penerbangan dari Bandara Ngurah Rai Bali Menuju Australia. Setidaknya ada dua penerbangan ke Australia dibatalkan akibat letusan yang terjadi sekitar pukul 14.45 Wita, Selasa (27/9).

“Pembatalan itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kedua penerbangan ke Australia tersebut. Ini merupakan keputusan maskapai setelah mendengarkan secara langsung penjelasan soal letusan gunung Barujari tersebut,” kata Kepala Otoritas Bandara Ngurah Rai Yusfiandri Gona.

Menurutnya kedua penerbangan yang membatalkan penerbangan yakni Virgin Air dengan nomor penerbangan VA 046 dari Denpasar dengan tujuan Brisbane Australia. Penerbangan ini sebenarnya akan berangkat pukul 21.30 Wita namun dibatalkan dan belum diputuskan untuk waktu penerbangan berikutnya.

Lanjutnya, masih dari maskapai yang sama yakni Virgin Air dengan nomor penerbangan VA.070 yang akan berangkat dari Denpasar dengan tujuan Sidney pukul 11.10 Wita. Maskapai ini seyogyanya akan mengangkut sekitar 174 penumpang, namun dibatalkan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Sementara itu penerbangan lainnya, kata dia hingga saat ini masih berjalan normal dan lancar. Selain batal terbang dari Bandara Ngurah Rai, beberapa penerbangan dari Australia yang mendarat di Ngurah Rai juga batal.

Sampai saat ini dijelaskannya ada empat penerbangan yang batal ke Bali. Keempat maskapai itu adalah Jet Star dengan nomor penerbangan JQ 37 dari Sydney, Jet Star dengan nomor penerbangan JQ 116 dari Perth, Jet Star dengan nomor penerbangan JQ 57 dari Brisbane dan Jet Star dengan nomor penerbangan JQ 127 dari Adelaide.

“Sebenarnya ini merupakan keputusan dari maskapai sendiri sebagai langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa Gunung Barujari atau anak Gunung Rinjani yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali meletus, Selasa (27/9) pukul 14.45 Wita.

Aktivitas vulkanik Gunung Barujari cukup meningkat dengan amplitudo sebesar 52 milimeter dan meletus melontarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter dari puncak Gunung Barujari. Abu condong ke arah Barat Daya dan bisa mempengaruhi aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok. Untuk itu diminta semua pihak waspada dengan aktifitas anak Gunung Rinjani ini.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge