0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fakta Baru, Jessica Pernah Menikah di Australia

merdeka.com
Terdakwa Jessica Kumala Wongso bersama kuasa hukumnya (merdeka.com)

Timlo.net – Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso pernah menikah di Australia pada Juli 2014. Fakta itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi dari warga negara Australia, Kristie Louise Carter.

Dalam BAP, Kristie menceritakan, saat itu Jessica tinggal bersama suaminya di Australia. Namun sayangnya pernikahan itu tak berlangsung lama. Sebab mantan suami Jessica yang tak disebutkan namanya itu kerap bersikap kasar.

“Pada sekitar Juli 2014 Jessica pernah menikah dan sebelumnya punya rumah bersama. Mereka kemudian berpisah karena (Jessica) takut dengan suaminya lantaran kerap bersikap kasar,” kata Kristie dalam BAP yang dibacakan Jaksa Melany Wuwung pada sidang ke-25, Selasa (27/9).

Setelah tak lagi tinggal bersama dengan suaminya, Jessica diketahui menjalin hubungan dengan Patrick O’Connor sejak Oktober 2014. Namun hubungan keduanya tak berlangsung lama, Kristie mengatakan hubungan keduanya merenggang pada Desember 2014.

Tak hanya hubungan asmara Jessica, Kristie juga mengungkapkan sikap Jessica selama bekerja di perusahaannya itu. Kristie membeberkan sikap Jessica yang memiliki kepribadian ganda.

Jessica bisa terlihat ramah, baik dan murah senyum. Namun suatu waktu Jessica bisa tiba-tiba berubah jadi orang berbeda saat ada orang yang tak mau mengikuti kehendaknya.

“Jessica suka memanipulasi keadaan, agar orang simpati terhadap dia,” ucap Kristie.

Tak hanya itu Kristie juga menilai Jessica orang yang licik dan suka berbohong. Dia kerap berbohong demi mendapatkan apa yang diinginkan.

“Jessica suka menggunakan topeng, di mana ada orang yang baru kenal tidak melihat ada yang menakutkan dari Jessica kecuali orang yang telah kenal dekat,” kata Kristie.

Bahkan Kristie juga mengungkapkan pernah bermasalah dengan karyawannya itu. Kala itu Jessica menginginkan Kristie menjadi sahabatnya.

Namun Kristie menolak sebab Jessica dinilainya pribadi yang tak laik jadi sahabat. Terlebih Jessica kerap marah bila Kristie tak bisa membantu memecahkan permasalahan.

“Salah satu contoh ketika Jessica minta tolong cari tempat tinggal, saya tidak bisa bantu. Ketika saya membatalkan acara karena ada minuman alkohol,” ujar Kristie.

“Jessica juga pernah bercerita punya kawan yang sering diajak minum-minum di klub malam. (Jessica) Terlihat baik-baik tapi ternyata memiliki pergaulan yang gelap. Saya juga pernah mendengar pada akhir minggu, Jessica pergi keluar Sydney dengan dua temannya yang biasanya tidak pernah dilakukan, kejadian tersebut terjadi pada 30 oktober 2015,” tambah Kristie.

Sementara itu terkait dugaan pembunuhan yang dilakukan Jessica kepada Mirna dengan racun sianida, Kristie mengaku tidak kaget. Sebab saat Jessica masih tinggal di Australia, dia mengungkapkan Jessica memang memiliki perilaku yang aneh.

“Kalau dilihat dari perilaku Jessica selama 8 bulan terakhir tentang kelakuan kebencian dan sikap gilanya kepada saya, maka tanpa keraguan saya dapat mengatakan bahwa Jessica bisa melukai orang atau membunuh seseorang seperti kejadian di Jakarta,” ungkap Kristie.

Meski demikian, Kristie juga tidak mengetahui dari mana Jessica mendapatkan racun sianida yang digunakannya untuk meracun Mirna temannya itu.

“Saya tidak tahu dari mana Jessica dapat racun sianida namun, bila Jessica menginginkan sesuatu terjadi itu pasti terjadi, dan Jessica juga orangnya licik serta pernah berpikir seperti itu, sewaktu bercerita di rumah sakit bahwa dia mengetahui dosis tertentu untuk melukai seseorang,” tutup Kristie.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge