0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Bandung Tagih Janji PT Waskita dan SNJ

timlo.net/agung widodo
Warga protes penutupan jalan desa (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Warga Dukuh Plosokerep RT 12 Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal menagih janji PT Waskita dan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) untuk membuatkan akses jalan yang bisa dipakai warga untuk transportasi antar desa. Pasalnya setelah lima bulan berjalan sejak tuntutan warga disampaikan, pihak Waskita dan SNJ seolah tutup telinga dan tidak memikirkan kepentingan warga Dukuh Plosokerep.

“Kami sudah mengajukan lima bulan lalu, meminta jalan yang akan dibangun oleh Waskita. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” kata koordinator warga Dukuh Plosokerep, Yudianto, Senin (26/9).

Dalam audiensi yang berlangsung di Balai Desa Bandungsogo antara warga dengan PT Waskita dan PT SNJ, pada tanggal 18 Mei lalu, telah disetujui warga bakal dibuatkan akses jalan sebagai penghubung antar desa.

Pihaknya meminta sebelum permintaan tersebut dipenuhi, pembangunan proyek Jalan Tol Solo-Kertosono agar dihentikan untuk sementara waktu. Karena selama ini warga setempat tidak bisa mengakses ke desa lain lantaran ditutup oleh jalan tol.

“Warga minta baik Waskita maupun SNJ sebelum ada kesepakatan pembuatan jalan, agar pembangunan sementara dihentikan,” ujarnya.

Pernyataan serupa dikatakan Supardi, warga Plosokerep RT 12, yang meminta agar dibuatkan jalan antar desa, baik dengan overpass ataupun underpass. Selain itu dia juga memersoalkan mengenai debu yang sangat mengganggu warga sekitar, untuk itu agar Waskita melakukan penyiraman supaya tidak terjadi pencemaran udara.

Audiensi yang dipimpin Kepala Desa Bandung, Sukarno Baskoro tersebut juga dihadiri Kapolsek Ngrampal AKP Budiono, perwakilan PT Waskita dan PT SNJ.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge