0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lereng Merbabu Longsor, Jalan Tertutup Tanah

Seorang warga nekat melintas di titik longsor, karena jalan licin dan berlumpur (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hujan deras yang menguyur wilayah lereng Gunung Merbabu mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Tanah longsor ini sempat menutup jalur alternatif Selo-Ampel dan mengancam jalur perekonomian warga. Longsor terparah berada di Desa Tarubatang dan Suroteleng, Selo.

“Sempat tidak bisa dilalui, tertutup tanah dan lumpur,” kata salah satu warga, Mardiyanto, Senin (26/9).

Beruntung warga sekitar langsung melakukan  gotong royong membersihkan longsoran yang menutup jalan. Meski akses jalan sudah bisa dilalui, namun warga tetap harus ekstra hati-hati, mengingat jalan masih licin karena lumpur. Selain itu, jalan juga baru bisa dilalui kendaraan dua dan pejalan kaki.

“Untuk roda empat harus memutar lewat jalur lain,” imbuhnya.

Sementara itu, di Dukuh Bulukidul, Desa Suroteleng, jalan desa penghubung dengan Kecamatan Cepogo longsor sepanjang 20 meter. Kejadian bermula ketika ladang tembakau di atas jalan longsor. Tanah longsoran menutup jalan di bawahnya.

“Aliran air tersumbat,kalau hujan deras bisa mengikis tanah dan longsor semakin parah,” ungkap Supardi, warga sekitar.

Pihaknya berharap jajaran terkait segera melakukan perbaikan. Warga tidak mampu melakukan perbaikan karena kerusakan sangat parah. Jalan yang longsor sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter serta kedalaman 10 meter. Bila jalur putus, maka warga harus memutar 20 kilometer bila hendak ke Cepogo.

“Ini juga jalur evakuasi saat Merapi meletus,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge