0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Diminta Tangani Dugaan Pidana di Pasar Ir Soekarno

Pasar Ir Soekarno Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo masih menyisakan masalah yang cukup serius, meskipun saat ini pasar sudah ditempati pedagang. Sedikitnya ada empat proses hukum yang sedang berjalan atas pembangunan pasar yang menelan anggaran total sekitar Rp 42 miliar pada tahun 2012 tersebut.

“Kami mewakili pedagang saat ini mengajukan memori kasasi untuk gugatan perdata class action ke Mahkamah Agung. Selain itu kita juga mendesak pihak kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan,” kata kuasa hukum Pedagang Pasar IR Soekarno, Kamal Firdaus, Senin (26/9).

Selain melakukan kasasi, pedagang melalui kuasa hukumnya juga mendesak institsi kepolisian untuk tetap melanjutkan proses penyelidikan yang telah dilakukan. Meskipun dikatakan, pelapor telah mencabut laporannya, namun kasus yang dilaporkan bukan lagi delik aduan, sehiangga wajib dilanjutkan.

Selain itu, mereka juga mendesak penanganan dugaan kasus korupsi yang terjadi dalam proses pembangunan pasar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dikatakan Kamal Firdaus, merujuk kepada Laporan Hasil Pemriksaan (LHP) dari Badan Pemriksa Keuangan (BPK), yang menyebutkan terjadi kerugian negara.

“Saat ini kita tengah mengupayakan kasasi atas gugatan kawan-kawan pedagang yang telah dirugikan atas pembangunan Pasar Ir Soekarno ini. Meskipun kami sadar, proses hukum tidak bisa mengatasi semua permasalahan yang ada di pasar tersebut,” tandasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukoahrjo juga tengah menjalani proses hukum di Mahkamah Agung melawan PT Ampuh Sejahtera dalam kasus yang sama. Saat ini masih menunggu hasil putusan MA terkait gugatan PT Ampuh Sejahtera atas tindakan wan prestasi dalam proses pembangunan Pasar Ir Soekarno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge