0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Pasar Ir Soekarno Minta Gubernur Tak Tutup Mata

Pasar Ir Soekarno Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diminta tidak menutup mata terkait permasalahan yang dialami pedagang Pasar Ir Soekarno Sukoharjo, setelah pasar tersebut direnovasi. Mengingat kondisi para pedagang saat ini sangat memperihatinkan dan jauh lebih buruk dari pada kondisi sebelum pasar direnovasi.

“Ini faktanya sangat jelas, dimana kondisi pedagang Pasar Ir Soekarno justru lebih baik sebelum pasar direnovasi. Kami sangat menyayangkan tidak adanya perhatian dari Gubernur dan terkesan tutup mata dengan kondisi wong cilik,” kata kuasa hukum pedagang Pasar Ir Soekarno, Kamal Firdaus, Senin (26/9).

Saat ini pedagang Pasar Ir Soekarno sedang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas gugatan class action terhadap Pemkab Sukoharjo dalam hal ini bupati, pejabat pembuat komitmen proyek Pasar Ir Soekarno dan PT Ampuh Sejahtera selaku pelaksana proyek.

Namun demikian, para pedagang menyadari tidak semua persoalan di Pasar Ir Soekarno bisa diatasi hanya melalui proses hukum. Sehingga sangat dibutuhkan perhatian dari gubernur maupun bupati selaku pimpinan daerah  untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pedagang saat ini.

“Fakta yang terjadi adalah pembangunan pasar mangkrak, pedagang di pasar darurat rugi selama sekian tahun, setelah selesai bangunan pasar ternyata tidak berkualitas dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mestinya Gubernur tidak menutup mata dengan nasib wong cilik ini,” tandasnya.

Hari ini, pedagang Pasar Ir Soekarno mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas gugatan class action atas pembangunan Pasar Ir Soekarno, setelah dinyatakan kalah di Pengadilan Tinggi Semarang. Dalam gugatannya, pedagang meminta ganti rugi materiil atas mangkraknya pembangunan pasar senilai Rp 40,942 miliar, dan materiil Rp 82 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge