0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saksi Ahli Ragukan Alat Bukti

merdeka.com
Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar, Senin (26/9). Tim penasihat hukum terdakwa Jessica menghadirkan ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakkir.

Dalam sidang, Mudzakkir mengaku ragu atas alat bukti yang digunakan penyidik untuk menjerat Jessica. Sebagaimana pada pasal 58 Peraturan Kapolri nomor 10 tahun 2009, disebutkan barang bukti kasus keracunan harus memenuhi syarat formal seperti permintaan tertulis ke kepala instansi, laporan polisi, BAP saksi atau tersangka. Selain itu, perlu ada visum dan berita acara pengambilan, penyitaan dan pembungkusan barang bukti.

Penjelasan ahli yang didatangkan kubu terdakwa Jessica itu mengundang pertanyaan ketua tim penasihat hukum Otto Hasibuan. Otto menanyakan pendapat ahli bila terdapat barang bukti yang tidak dibuatkan berita acara.

“Pemilik barang yang diambil juga harus tanda tangan atau RT/RW atau orang yang kompeten. Kalau tidak ada, orisinalitas bukti diragukan,” jawab Mudzakkir.

Menurutnya, barang bukti yang diambil tanpa berita acara bisa disebutkan tidak sah secara formal. Dia juga menilai, bahkan kalau perlu pengambilan barang bukti itu ditunjukkan kepada publik.

Dia juga mengatakan polisi berkewajiban untuk menjaga dan mensterilkan barang bukti.

“Jangan sampai ada yang pegang, nanti penyidik yang ambil pakai BAP,” ujarnya.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge