0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrim, Ikan Karamba Cengklik Banyak yang Mati

Cuaca ekstrim, ikan karamba di Waduk Cengklik banyak yang mati (timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani karamba di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, harus mengalami kerugian besar. Pasalnya, cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini berimbas pada matinya ikan di karamba. Padahal saat ini permintaan ikan nila sedang melonjak tajam.

“Sejak dua pekan ini, ikan di karamba terus mati, jumlahnya ratusan,” kata Ketua Kelompok Budidaya Ikan Karamba Desa Ngargorejo, Maryanto, Minggu (25/9).

Diakui, kematian ikan nila di karamba Waduk Cengklik sendiri akibat cuaca yang ekstrim, ditambah lagi dengan debit air yang sangat sedikit. Saat siang, air waduk sangat panas, mengakibatkan oksigen berkurang. Sedangkan bila malam hari, hujan deras. Kondisi ini membuat sisa pakan menjadi naik kepermukaan dan mengakibatkan ikan keracunan.

“Satu pemilik karamba, tiap hari, rata-rata ikan yang mati mencapai satu kwintal, mereka sebetulnya sudah siap panen,” imbuhnya.

Sementara ikan yang mati, sebagian besar digunakan untuk pakan lele. Sebagian lagi dibuang di pulau yang berada di tengah waduk Cengklik agar tidak menimbulkan polusi.

Disisi lain, salah satu petani karamba, Ainun Hakim, kerugian yang dialaminya mencapai Rp 4 juta hingga Rp 5 juta selama dua pekan ini. Bila dalam kondisi normal tiap peternak bisa menghasilkan 7-8 kwintal ton ikan, sedangkan untuk saat ini hanya mampu panen 3 sampai 4 kuintal.

“Sebagian terpaksa panen dini, biar tidak rugi banyak,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge