0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Regenerasi Jadi Sorotan National Paralympic Committee Indonesia

Ni Nengah Widiasih dan Senny Marbun, mendapat sambutan saat tiba di Bandara Adi Soemarmo, Kamis (22/9) sore (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo – Kontingen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia hanya berhasil meraih satu medali perunggu dalam ajang Paralympic Games Brasil 2016. Nama Ni Nengah Widiasih menjadi satu-satunya atlet yang menyabet medali itu lewat cabang olahraga (cabor) angkat berat.

Hasil di Rio de Janeiro kemarin, berarti menyamai prestasi saat Paralympic edisi London 2012 silam. Kala itu, atlet tenis meja David Jacob juga berhasil menggondol medali perunggu. Namun, tahun ini, jumlah atlet di kontingen Indonesia lumayan banyak yakni sembilan orang.

Hal inilah yang menjadi bahan evaluasi total pengurus NPC. Selain gagal memperbaiki prestasi, NPC Indonesia juga siap-siap disaingi oleh negara ASEAN lainnya yang sedang moncer.

Negara seperti Thailand dan Malaysia, justru punya peringkat lebih baik di Brasil kemarin.

“Satu medali perunggu sudah direncanakan sejak awal. Sudah maksimal dan luar biasa. Namun pekerjaan rumah dan tugas berat menanti terutama regenerasi. Peparnas di Jabar nanti adalah ajang pertama mencari atlet,” beber Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun, Sabtu (24/9).

“Yang pasti saat ini kami sudah punya atlet bagus. Kami sudah tahu apa yang harus diperbuat. Di 2020 Jepang akan semakin kami maksimalkan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge