0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringatan Hari Tani Diwarnai Keluhan Petani

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam peringatan HTN di Sukoharjo (foto: Putra)

Sukoharjo – Peringatan Hari Tani Nasional Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sabtu (24/9). Acara seremonial ini diwarnai keluhan petani terhadap kulitas beras raskin yang buruk dan banyak kutunya sehingga tidak layak konsumsi.

“Ke depan penyaluran raskin di wilayah itu untuk segera dibenahi dan kami juga mendorong asuransi dibayar Negara. Jadi ada perlindungan kepada petani ketika gagal panen. Dan Negara hadir untuk melindungi mereka,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Sabtu (24/9).

Dalam kesempatan ini, petani dari Desa Pandeyan menyuguhkan tradisi untuk memulai menanam padi yang sudah ada sejak turun temurun. Tradisi ini dinamai, metik pari pajupat limo pancer sebagai simbol syukur atas panen hari ini dan memohon perlindungan kepada Tuhan untuk pertanian berikutnya.

Petani juga dihimbau untuk memanfaatkan asuransi pertanian yang sudah digulirkan pemerintah dengan biaya premi per hektarnya Rp 36 ribu. Sehingga, jika gagal panen dikarenakan terkena bencana alam seperti banjir, kerugian petani tidak terlalu banyak dan bisa menjadi modal untuk memulai bertani kembali.

“Misalnya sawah petani peserta asuransi pertanian terkena banjir dan gagal panen, bisa melakukan klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Dengan program ini perlindungan terhadap petani bisa lebih baik,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge