0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terbukti Akibatkan Banjir, City Walk Terancam Gagal

Saluran irigasi sekunder di Jalan Jendral Sudirman Sukoharjo yang akan ditutup menjadi city walk (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Rencana Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk melanjutkan proyek City Walk terancam gagal. Pasalnya, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyatakan tidak akan menerbitkan rekomendasi teknis, atas pembangunan City Walk di atas saluran irigasi sekunder di sepanjang Jalan Jendral Sudirman.

“Kita tidak bisa mengeluarkan rekomendasi teknis atas pemanfaatan aset di atas saluran irigasi sekunder di Jalan Jendral Sudirman Sukoharjo. Sebagai pertimbangan, telah terbukti mengakibatkan banjir dan sesuai Permen PU Nomor 1 Tahun 2016, tidak diperbolehkan,” kata Humas BBWSBS, Bambang, Jumat (23/9).

Rekomendasi teknis tersebut menjadi salah satu syarat diterbitkannya ijin pemanfaatan aset irigasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang diajukan Pemkab Sukoharjo. Sehingga proyek senilai Rp 16 miliar dimungkinkan tidak bisa dilanjutkan jika pengajuan ijin ke Kemen PU tidak disetujui.

Namun demikian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo menyatakan banjir yang terjadi di Jalan jendral Sudirman beberapa waktu yang lalu bukan disebabkan City Walk. Banjir dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi dan setelah dibuat saluran pembuangan air tidak lagi terjadi banjir.

“Seperti kemaren hujan juga sangat lebat, dan terbukti tidak banjir, jadi banjir waktu itu bukan disebabkan adanya City Walk. Tapi emmang akrena curah hujan yang sangat tinggi,” tandas Kepala DPU Sukoharjo Suradji.

Sebelumnya, Suradji menyatakan tidak harus meminta ijin karena saluran drainase dan irigasi tersebut masuk dalam ruang milik jalan. Namun untuk pemanfaataan asset irigasi ini harus seijin Kementerian Pekerjaan Umum selaku pemilik asset melalui BBWSBS.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge