0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warganya Jarang Bercinta, Jepang Butuh Lebih Banyak Pekerja Asing

Pekerja di Jepang. (Dok: Timlo.net/ Nextshark.com)

Timlo.net—Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan rencana membawa masuk lebih banyak pekerja asing karena jumlah tenaga kerja di negara itu berkurang. Hal ini disampaikan oleh dua penasehat utama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Dalam sebuah wawancara, Jumat (23/9) penasehat perdana menteri Masahiko Shibayama mengungkap jika pemerintah mempertimbangkan beberapa kebijakan. Salah satu kebijakan berupa peningkatan jumlah pekerja asing di Jepang.

“Mungkin ada banyak strategi yang akan digunakan dalam beberapa tahun ke depan. Saya tidak berpikir jika itu adalah tujuan tetap pemerintah, tapi menurut pendapat saya, meningkatkan jumlah pekerja asing dua kali lipat tidak bisa dihindari untuk situasi pasar global ini. Kami harus membuat sebuah sistem yang berkelanjutan untuk menerima lebih banyak pekerja asing,” kata Shibayama.

Tingkat kelahiran yang rendah di Jepang menyebabkan krisis demografis semakin bertambah. Penduduk semakin bertambah tua dan jumlah anak-anak berkurang. Hal ini dikarenakan penduduk Jepang jarang bercinta dan lebih sering bekerja. Pemerintah mempertimbangkan imigrasi sebagai salah satu solusinya.

Populasi Jepang saat ini sekitar 127 juta orang. Jumlah ini diperkirakan menurun di bawah 100 juta dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah di sana berusaha mencegah hal ini dengan membuat kebijakan misalnya menambah tenaga kerja asing. Tapi mereka mempertimbangkan juga efeknya terhadap masyarakat Jepang.

Penasehat Abe yang lain, Yasutoshi Nishimura menjelaskan dalam wawancara terpisah jika pemerintah berusaha merancang undang-undang untuk memperluas program magang untuk pekerja asing. Biasanya program ini mengizinkan para pekerja asing memasuki Jepang untuk periode waktu terbatas. Mereka juga mempertimbangkan membuat kategori visa baru untuk bagian yang memerlukan tenaga kerja dalam jumlah banyak.

Sistem yang ada saat ini mengizinkan sekitar 190 ribu pekerja asing di negara itu. Hukum baru ini akan memperluas waktu tinggal seorang pekerja asing menjadi lima tahun dan bukan tiga tahun. Selain itu mereka merancang perlindungan yang lebih untuk para pegawai di berbagai sektor.

Sumber: Nextshark.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge