0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panglima TNI Minta Prajurit Harus Mundur Jika Ikut Pilkada

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (merdeka.com)

Timlo.net – Perwira aktif TNI diminta mengundurkan diri dari institusi kemiliteran jika mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah. Peraturan ini sesuai Undang-undang Nomor 34/2004 tentang TNI untuk tidak berpolitik praktis.

“Aturan di TNI, setiap anggota militer yang akan menjadi calon peserta Pilkada, maka statusnya harus mengundurkan diri dari dinas militer,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Cimahi Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/9).

Menurut Gatot, status pensiun dari dinas kemiliteran dilakukan untuk menjamin netralitas TNI dalam suatu proses demokrasi. Dia menegaskan prajurit TNI aktif harus mengundurkan diri jika maju dalam Pilkada Serentak 2017 mendatang

“Kalau prajurit TNI masa aktifnya masih panjang akan diberikan pensiun dini, sehingga pada saat Pilkada dia sudah bukan militer lagi,” tegasnya.

Menyikapi potensi keterlibatan anggota TNI dalam Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di 101 wilayah, yang terdiri dari 7 Provinsi, 76 Kabupaten, dan 18 Kota pada tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan kembali bahwa pelaksanaan pesta demokrasi tersebut dapat dilaksanakan secara kondusif, tanpa adanya keberpihakan dari TNI.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui anggota TNI yang tidak netral, tolong sebutkan nama dan pangkatnya, sehingga bisa kami cari, diadakan penyelidikan dan proses hukum,” kata Gatot.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge