0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Gedung Kesenian Sumber Direkayasa?

timlo.net/achmad khalik
Anggota komisi I melakukan sidak di gedung kesenian kelurahan Sumber, Banjarsari (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Proyek pembangunan gedung kesenian Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari dinilai kalangan legislatif tak sesuai konsep awal dan mengandung unsur rekayasa. Selain tak sesuai dengan target pembangunan, proyek yang menelan dana hingga Rp 892 juta ini baru sebatas pondasi, tiang penyangga yang sudah di cor dan rangkaian dinding bata satu meter di sebagian sisi.

“Padahal, waktu pembangunannya 120 hari, ini sudah lebih dari sebulan baru sampai ini,” terang Anggota Komisi I, Ekya Sih Hananto di sela sidak yang dilakukan pada Rabu (21/9).

Pantauan di lapangan, terdapat kejanggalan dalam proses pembangunan yakni telah terpasangnya dua kusen pintu di salah satu sisinya. Padahal pengerjaan bangunan belum menyentuh pada bagian atap. Artinya kusen tersebut akan terkena air hujan dan tersengat panas. Terlebih dengan kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu membuat kayu jenis jati kebun itu mudah rusak karena faktor alam. Pihak pelaksana proyek nampaknya juga memahami hal tersebut, terbukti di seluruh bagian kayu dibungkus rapat menggunakan plastik. Anggota Komisi I yang menyaksikan hal tersebut langsung terkaget saat melihat fakta seperti itu.

Selain persoalan kusen yang dipasang terlebih dahulu, proyek tersebut juga melenceng dari rencana awal yaitu dibatalkannya pembuatan pos linmas. Menurut keterangan dari pengawas proyek hal tersebut merupakan saran dari seorang pejabat agar dimaksimalkan untuk ruang kesenian.

“Yang belakang (rencana bangunan pos linmas) itu dibongkar. Nanti disini cuma ruang kesenian, (ruang) linmasnya dibuang katanya dibuatkan di anggaran tahun depan,” kata pengawas proyek, Aldy Novaldi.

Jika benar pos linmas dianggarkan kembali pada APBD tahun 2017 maka pemkot akan mengalami kerugian lantaran berdasarkan rencana anggaran Rp 892 juta sudah termasuk di dalamnya pos linmas.

“Saya tidak berwenang menjawab itu. Langsung ke pimpinan saja,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge