0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekolah Sungai untuk Mengurangi Resiko Bencana

timlo.net/nanang rahadian
Aliran Bengawan Solo di daerah Ngelo, Kebakkramat (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Seribuan relawan diajak ikut menjaga daerah aliran sungai (DAS) agar tidak terjadi banjir bandang seperti di Garut, Jawa Barat. Materi itu disampaikan dalam kegiatan Sekolah Sungai untuk Mengurangi Resiko Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di Alun-alun setempat, Kamis (22/9).

“Sekolah sungai bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Sasaran sekolah sungai mulai dari masyarakat hingga pelaku usaha hingga komunitas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Nugroho, Kamis (22/9).

Nugroho mengatakan apel dan resik-resik sungai diikuti sekitar 1.000 relawan. Bersih-bersih sungai dalam rangka membentuk sekolah sungai di Karanganyar, Hal itu dimaksudkan agar relawan hingga warga masyarakat ikut  menjaga DAS dari kerusakan.

Sementara itu, Direktur Pengurangan Resiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menambahkan, gerakan sekolah sungai mengajak semua masyarakat terlibat dalam pengurangan resiko bencana.

“Masyarakat tidak lagi menjadi objek, namun masyarakat punya kekuatan dan peran mencegah bencana sekecil mungkin,” kata Lilik.

Sekolah sungai dibentuk serentak di 23 kabupaten/kota. Karanganyar yang pertama tahun ini. Ditambahkannya, Karanganyar termasuk daerah yang berada di DAS sungai besar yakni Bengawan Solo. Sungai tersebut menjadi perhatian BNPB untuk dibentuk sekolah sungai.

”Ada di dua penggal sungai yang jadi perhatian, yakni Sungai Citarum dan Sungai Bengawan Solo. Harapannya apa yang terjadi di Garut tidak terulang lagi. Karena masyarakat punya peran yang baik dalam mengurangi resiko bencana,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge