0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antrian Rekam e-KTP “Mengular”, Ini Kata Dewan

Komisi I DPRD Kota Solo melakukan Sidak di Kantor Dispendukcapil Kota Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sudaryanti (44) warga kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon telah mengantri selama dua jam lebih di Kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo. Meski tidak mendapatkan tempat duduk, dirinya tetap rela melakoni upaya tersebut untuk mendapatkan layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP.

Di saat bersamaan, anggota Komisi I DPRD Solo datang untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Sontak, Sudaryanti langsung mencurahkan keluh kesahnya yang telah mengantri berjam-jam dan sudah sering disuruh pulang lantaran blangko e-KTP dinyatakan telah habis.

“Sudah sedari pagi saya di sini Pak,” keluhnya, Kamis (22/9).

Mengetahui antrian panjang mengular tersebut, anggota Komisi I DPRD Solo Abdullah AA mengaku, persoalan perangkat pembuatan e-KTP memang menjadi kendala tersendiri bagi terselesaikannya proyek yang sebenarnya dideadline pada akhir September ini. Sebenarnya masalah yang sama juga kerap dihadapi oleh petugas perekam e-KTP di kantor Dispendukcapil, hanya saja jumlah alat yang disediakan lebih banyak.

“Sehingga, warga di kecamatan banyak yang berbondong-bondong kemari lantaran memiliki banyak alat perekam yang lebih banyak. Mereka mengira, kalau di kantor Dispendukcapil ini pelayanan lebih cepat padahal, padahal disini juga antriannya sangat banyak,” terangnya.

Mengetahui fakta tersebut, Abdullah dan anggota Komisi I lainnya langsung meluncur kantor Kecamatan Pasar Kliwon. Setiba di kantor kecamatan, para legislator  langsung menuju ruang pelayanan e-KTP di bagian belakang. Kondisinya pun berbalik 180 derajat dengan di kantor Dispendukcapil. Di kantor kecamatan tidak terlihat antrean pembuatan e-KTP, hanya beberapa orang antre untuk melakukan foto di ruangan perekaman e-KTP-el.

“Bisa saja mereka melempar masyarakat ke Dispendukcapil sehingga di kecamatan sepi. Ini menjadi catatan, selain terkendala alat juga ada kendala SDM,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, bagian pemerintahan kecamatan Pasar Kliwon, Rusdan Aziz langsung membantah. Menurutnya, Menurutnya, pelayanan yang diberikan sudah maksimal berdasarkan jam kerja yang telah ditentukan. Aziz menilai lambatnya proses perekaman e-KTP bukan hanya masalah personal namun lebih ke perangkat yang digunakan.

“Kita hanya punya satu mesin yang kadang-kadang akses dari server pusat sering tersendat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge