0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembobolan Uang Rp 23 Miliar di Bank UOB, Polisi Koordinasi dengan Tim Ahli

dok.timlo.net/achmad khalik
Polresta Solo melakukan rekonstruksi kasus pemalsuan pencairan uang di Kantor Bank UOB Jl Urip Soemohardjo Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kasus dugaan pembobolan uang senilai Rp 23 miliar di Bank UOB Jl Urip Soemoharjo Solo, dengan tersangka mantan Manager Persis Solo Waseso memasuki tahap penyidikan. Saat ini, Satreskrim Polresta Solo tengah meminta keterangan tim ahli dari UGM, UNS atau UNDIP.

“Ada unsur dugaan pelanggaran SOP atau kekuranghatian Bank UOB yang dengan mudah mengeluarkan uang milik nasabah, Roestina Cahyo Dewi yang dilakukan Waseso dengan cara menggunakan tanda tangan palsu,” terang Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Saprodin, Kamis (22/9).

Disinggung terkait hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (20/9) lalu, Kasatreskrim meyakini bahwa kasus ini segera selesai. Kasus yang terjadi antara tahun 2012 hingga 2013 ini telah menemui titik terang seteleah dilakukannya rekonstruksi.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak OJK, dan hasilnya menguatkan dugaan atas penyelidikan kasus ini. Dalam waktu dekat, kasus dugaan penggunaan tanda tangan palsu dengan nilai kerugian Rp 23 Miliar ini bakal selesai,” ungkapnya.

Perwira menengah berpangkat melati satu dipundak tersebut juga memaparkan dalam menangani perkara tindak pidana khusus perbankan ini, sudah banyak yang telah diperiksa mulai dari saksi, pihak Bank UOB maupun korban.

“Kami masih membutuhkan keterangan saksi ahli dari perguruan tinggi untuk penyempurnaan BAP,” terang Kompol Saprodin mewakili Kapolresta Kombes Pol Ahmad Luthfi.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge