0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curi Pisang Satu Tandan, Tiga Pemuda Ditahan

dok.timlo.net/ist
Ketiga tersangka pencuri pisang diamankan petugas (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Gara-gara mencuri pisang milik warga Dusun Cengkal, Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, tiga pemuda ini nyaris babak belur dihakimi warga. Akibat perbuatannya kini ketiganya harus mendekam di tahanan Mapolres Wonogiri.

“Sebenarnya pemilik pisang ini sudah tidak menuntut dan sudah ikhlas, tapi berhubung warga menuntut setelah ketiganya ditangkap, kemudian dilaporkan ke Mapolsek Wuryantoro, selanjutnya dilimpahkan ke Polres Wonogiri,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor melalui Kasatreskrim AKP Eko Marudin, Kamis (22/9).

Ketiga pemuda ini ditangkap warga setelah diduga mencuri pisang sebanyak satu tandan milik Yudi Prasetyo (36) warga setempat, pada Rabu (21/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Adapun pelaku yakni Eko Dwi Pamungkas (18) warga Mojolaban, Polokarto, Sukoharjo, Wahyu Dwi Pamungkas (18) warga Desa Bandungan, Wonosari, Klaten, dan Agus Sriyanto (21) warga Mojosari, Polokarto, Sukoharjo.

“Saat ini ketiganya kita amankan di tahanan Polres Wonogiri,” terang Kasatreskrim.

Diceritakan, perbuatan ketiga pemuda ini semula sudah diketahui oleh pemilik pisang. Ia pun melihat aksi ketiga pemuda yang bertampang berandalan ini. Bahkan sempat si pemilik pisang menegur ketiganya untuk tidak memotong pisang yang suluh alias masak beberapa bagian di pekarangannya. Namun rupanya peringatan itu tidak digubris oleh mereka.

“Bukannya berhenti, tapi rupanya pemuda ini malah nekat memotong satu pisang sebanyak satu tandan dan menaikkan ke sepeda motor kemudian dibawa kabur ke arah selatan (Eromoko). Pemilik pisang pun hanya diam dan membiarkan aksi nekat ketiganya,” katanya.

Sekitar 10 menit berlalu, tiga pemuda itu kembali melintas di jalan menuju arah Wuryantoro dan melewati lokasi kejadian tersebut. Ketika melihat pemuda itu melintas, kontan saja ia berusaha mengejar dan diteriaki maling pisang. Nah, kebetulan di pertigaan Cengkal, banyak warga yang tengah nongkrong. Tanpa dikomdoi, mendengar teriakan maling langsung mengejar ketiganya hingga dekat Koramil. Kemudian massa menyeret dan menginterogasi ketiganya. Massa pun sempat beringas, nyaris saja ketiga pemuda ini jadi bulan-bulanan.

Namun demikian, pemilik pisang mengaku tidak akan menuntut perbuatan ketiganya. “Mengingat massa yang emosi, takut terjadi main hakim sendiri, kemudian ketiganya diserahkan ke Mapolsek Wuryantoro,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge