0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Hunian di Bantaran, BBWSBS Pasrah Pemkab

Banjir di bantaran Bengawan Solo tahun lalu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Sukoharjo — Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengakui masih banyak warga yang menempati rumah di wilayah bantaran sungai Bengawan Solo. Namun sejauh ini tidak bisa melakukan upaya paksa untuk membebaskan bantaran dari pemukiman, karena mereka memiliki sertifikat tanah yang sah.

“Memang kami menyadari masih banyak warga yang tinggal di bantaran, dan mereka semua masih punya bukti kepemilikan yang sah. Kami tidak bisa langsung mengusir begitu saja, sehingga pemerintah daerah yang harus bertindak,” kata Kasi Perencanaan OP PSDA BBWSBS, Antonius Suryono, Rabu (21/9).

Warga yang masih bertahan di bantaran Bengawan Solo dan memiliki sertifikat masih bnyak terdapat di Desa Gadingan dan Desa Mojo, Kecamatan Mojolaban. Mereka sudah puluhan tahun tinggal di bantaran dan selalu menjadi korban banjir ketika Bengawan Solo meluap saat musim penghujan.

Padahal dalam Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pemanfaatan bantaran dan daerah sempadan sungai, tidak diperbolehkan didirikan bangunan hunian. Yang diperbolehkan hanya pemanfaatan untuk pertanian sayur, untuk keperluan jaringan listrik, jaringan air minum dan pos pemantauan.

“Saya kira wewenang untuk mengatasi masalah ini ada di permintah daerah, karena kami dari BBWSBS hanya mengurusi teknis nya saja, jadi tidak bisa melakkan upaya paksa. Dan persoalan ini sudah lama dan sejarahnya seperti apa kami kurang begitu jelas,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge