0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang di Garut Jadi 20 Orang

Banjir bandang di Garut (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Jawa Barat, melaporkan perkembangan terkini pascabanjir bandang dan longsor di wilayah itu. Jumlah korban 20 warga meninggal dunia dan 14 lainnya masih hilang hingga Rabu (21/9) sore.

Dari jumlah tersebut, sembilan anak menjadi korban bencana banjir bandang Garut, sedangkan empat anak dinyatakan masih hilang.

Sementara itu, dua warga meninggal dunia diidentifikasi berasal dari Sumedang, Jawa Barat. Petugas di lapangan masih melakukan identifikasi nama-nama jasad korban. Saat ini 6 jasad korban yang belum teridentifikasi namanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem.

“Masyarakat dihimbau untuk teruseningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor,” jelas Sutopo.

Berikut ini daftar nama korban meninggal dan hilang berdasarkan jenis kelamin.
Korban meninggal laki-laki:
1. Nawawi (55) Asrama Lap. Paris
2. Irsyad Dwi Maulana (8) Asrama Lap. Paris
3. Rejal (8 bulan)
4. Oom (70)
5. Solihin (4) Kp. Bojong Sidika, Ds. Haur Panggung, Kec. Tarkid
6. Jana (35) Bojong Larang
7. Aceng Daryana (35) Kel. Jayaraga, Kec. Tarkid
8. Deni (23) Kec. Bayongbong
9. x (5)

Korban meninggal perempuan:
1. IIs (35) Asrama Lap. Paris
2. Siti (25) Cimacan Tarkid
3. Nunung (70) Cibunar
4. X (70)
5. Santi (38) Lap. Paris
6. Revina (7) Asrama Lap. Paris
7. Nuryati (58) Lap. Paris
8. X (6)
9. X anak – Sumedang
10. X anak – Sumedang
11. X (11)

Korban hilang laki-laki
1. Ano (60) Mekar Sari Haur Panggung, Kec. Tarkid
2. Feri (40) Cimacan Tarkid
3. X (3) Cimacan Tarkid
4. Supri (40) Cimacan Tarkid
5. X (3) Cimacan Tarkid
6. Ahmad (4) Cimacan Tarkid
7. Etoy (12) Cimacan Tarkid
8. Endan (45) Kel. Sukamukti, Kota Garut

Korban hilang perempuan
1. Dede Sumiayah (52) Asrama Tarumanegara
2. Oon (52) Cimacan Tarkid
3. Lena Agustina (18) Asrama TN
4. Eneng (12) Cimacan Tarkid
5. Kokom (35) Cimacan Tarkid
6. Ane (35) Kel. Sukamukti, Kota Garut

Banjir bandang dan longsor ini dipicu hujan deras sejak Selasa (20/9), pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 – 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge