0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepepet Utang, Bagong Nekat “Larikan” Motor

Kapolsek Laweyan Kompol Agus Puryadi (kanan) menginterogasi tersangka (dok.timlo.net/avhmad khalik)

Solo — Kepepet utang hingga belasan juta, Praptono alias Bagong (45) nekat mencuri sebuah sepeda motor. Warga Kelurahan Sawasah Kidul RT03/ RT 02 Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini melarikan motor jenis Satria FU AD 3978 QI dan dijual seharga Rp 10 juta.

Peristiwa bermula, saat pemilik motor Ahmad Miftachu Syiva (25), warga Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo tersebut hendak menjual motor pada akhir bulan lalu. Korban, menawarkan sepeda motor warna hitam miliknya itu di sebuah situs jual beli online. Dari sanalah, tersangka dan korban mulai bertemu. Tersangka mengaku, ‘kepencut’ dengan motor yang dijual oleh korban. Hingga akhirnya, keduanya saling tukar nomor handphone dan ditindaklanjuti dengan bertemu langsung secara langsung.

“Keduanya bertemu pada 31 Agustus lalu untuk membicarakan jual beli sebuah sepeda motor,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Agus Puryadi, Rabu (21/9).

Saat bertemu, tersangka sempat mencoba motor korban. Merasa cocok, akhirnya korban setuju dengan harga yang ditawarkan sebesar Rp 12 juta. Meski begitu, dirinya pulang kerumah terlebih dahulu untuk menanyakan apakah istrinya cocok dengan motor yang ditawarkan korban.

Selang beberapa hari kemudian, tersangka mengejak bertemu kembali dengan korban. Saat itulah, korban disuruh untuk membawa surat-surat kendaraan dengan lengkap. Saat bertemu, tersangka menyuruh korban lagi memasukkan surat kedalam jok kendaraan. Usai surat-surat dimasukkan ke dalam jok, tersangka kembali meminta untuk mencoba kendaraan yang ditawarkan itu sekali lagi.

“Saat mencoba untuk kedua kalinya itu, tersangka langsung kabur,” jelas Kapolsek.

Melihat motornya dibawa kabur, korban akhirnya melapor ke Polsek Laweyan. Mendeengar laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk pada Selasa (20/9) kemarin.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan, tersangka mengaku motor tersebut telah dia jual di sebuah dealer di kawasan Ngemplak, Boyolali seharga Rp 10 juta. Sedangkan, uang hasil sisa pembayaran telah dibayarkan untuk menyahur utang dan sebagian untuk berfoya-foya.

“Uangnya habis buat nyaur utan dan jajan,” terang tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 jo 372  KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge