0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Lakalantas Butuh Kecepatan Pelayanan Medis

Penandatanganan MoU antara rumah sakit se- Wonogiri, Jasa Raharja dan Satlantas Polres Wonogiri di aula RS.PKU Muhamamdiyah, Nambangan, Selogiri, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas dibutuhkan kecepatan  pelayanan medis. Namun selama ini yang terjadi ada berbagai kendala, selain minimnya ketrampilan, juga disebabkan faktor belum adanya kepastian dalam penjaminan korban Lakalantas.

“Di luar negeri, begitu ada kecelakaan langsung tim medis datang bawa ambulan, warga yang mengetahui peristiwa itu memanfaatkan sambungan online khusus seperti 911, Berbeda di sini, tahu ada kecelakaan polisi yang dihubungi,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Rabu (21/9).

Sehingga korban kecelakaan pun harus menunggu lama untuk mendapat penanganan. Padahal penanganan korban kecelakaan menurut paramedis memerlukan kecepatan agar korban bisa terselamatkan. Ia menyebut, hal ini kerap terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Jika dibandingkan di negara maju, kata Kapolres, pemadam kebakaran dan medis saling berebut adu cepat dalam penanganan korban kecelakaan.

“Susahnya ketika ada korban kecelakaan yang masuk rumah sakit harus ada penjaminnya, maka saya harap untuk ke depan bisa sinergi antara rumah sakit dan lembaga penjamin khususnya Jasa Raharja,” jelasnya.

Disebutkan, polisi ketika menangani kasus kecelakaan lalu lintas juga kerepotan ketika Si korban belum diketahui identitas dan keluarganya. Sehingga tak jarang polisi tombok untuk biaya rumah sakit korban Lakalantas.

“Untuk itu perlu simulasi atau pelatihan bersama antara jajaran kesehatan dan kepolisian untuk penanganan korban kecelakaan. Hal ini berfungsi untuk menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolres.

Kepala Jasa Raharja Wilayah Sukoharjo Erwin Setya Negara mengapresiasi pernyataan Kapolres Wonogiri. Bahkan ia  pun sepakat membentuk sebuah kerjasama dalam penanganan korban Lakalantas yang terjadi di Wonogiri.

“Dengan bentuk legitimasi kerjasama ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan pelayanan kami dalam bentuk penjaminan korban Lakalantas antara rumah sakit di Wonogiri dan juga jajaran kepolisian,” katanya.

Dia berharap kerjasama penanganan korban Lakalantas ke depannya lebih dapat ditingkatkan. “Tidak hanya itu saja. Hal ini kami lakukan untuk lebih memeratakan santunan kepada masyarakat. Dimana ketika ada musibah negara bisa lebih cepat hadir untuk menjaminkan santunan kepada korban, selain itu kerjasama ini juga mempermudah  proses pelayanan di rumah sakit ,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge