0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tembus Perut Gunung Demi Mendapatkan Opal Fire

Penambang batu akik FO di Gunung Manggal Kecamatan Tirtomoyo nekat memanjat tebing dengan ketinggian puluhan meter (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Penambangan batu akik di wilayah Gunung Manggal, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri hingga kini masih berjalan. Bahkan belakangan ada sekelompok warga yang nekat menggali lereng bukit hingga kedalaman puluhan meter demi bongkahan-bongkahan batu mulia jenis Fire Opal (FO). Namun demikian hasil yang mereka cari tidak memuaskan, tak seimbang dengan resikonya.

“Ada yang sekelompok warga Dusun Dondong, Desa Hargantoro yang nekat menggali sedalam 40 meter, tapi hasilnya belum maksimal. Katanya belum menemukan alurnya,” ungkap pengepul Fire Opal asal Baturetno, Didik, Rabu (21/9).

Menurutnya, lubang yang mereka gali cukup sempit. Untuk memasuki lubang itu, orang harus berjalan merunduk. Lorong-lorong yang dibuat pun tidak lurus, berbelok-belok dan menurun.

“Saya pernah mencoba masuk, baru kedalaman 11 meter saja, dada saya sudah terasa sesak. Tapi mereka saya akui sangat kuat, nyatanya bisa masuk ke dalam gunung itu sedalam 40 meter,” ujarnya.

Dikatakan, dalam sehari belum tentu para penambang tersebut mendapatkan hasil. Bahkan pernah terjadi, dalam satu hari ia bersama penambang, tidak mendapatkan hasil sama sekali .Mereka hanya sibuk membersihkan tanah dan batuan bekas galian didalam perut gunung tersebut.

“Sebenarnya masih ada beberapa kolektor yang memburu FO, baik kolektor dalam dan luar kota, tapi sulit sekali bahannya,” jelasnya.

Lantaran sulitnya bahan FO di pasaran, harga FO pun terbilang masih stabil. Untuk FO jenis hijau siap pakai dengan ikat lapis perak berkisar Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta. Sedang FO kuning Bimoli mulai kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta. Kemudian FO jenis Orange dan Red Fanta berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta.

Ada beberapa penambang lain terpaksa berhenti mencari batu mulia ini. Mereka memilih kembali bercocok tanam alias bertani. Hal itu disebabkan sulitnya mencari batu FO di Gunung Manggal, yang saat ini sudah tidak mudah lagi ditemui.

“Tapi, saat ini mereka harus berani menantang maut, menggali hingga puluhan meter ke dalam perut gunung,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge