0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilgub DKI Jangan Ada SARA

dok.merdeka.com
Pramono Anung (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta proses demokrasi yang berlangsung di Tanah Air, termasuk Pilgub DKI Jakarta tidak bermuatan Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA). Pramono menekankan, momentum Pilgub DKI merupakan ajang untuk menentukan kepala daerah yang diinginkan rakyat.

“Demokrasi itu bukan persoalan etnisitas, bukan persoalan agama, bukan persoalan apa pun, tapi ya siapa yang kemudian dipilih oleh rakyat,” ujar Pramono di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengimbau agar calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI nantinya bertarung menggunakan gagasan bukan saling serang menggunakan SARA. Sebab, kata dia, negara Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya, agama dan ras.

“Mudah-mudahan ke depan ini setelah nanti tanggal 21-23 itu kita sudah punya calon, pertarungannya adalah pertarungan gagasan ide program bukan lagi persoalan suka enggak suka atau persoalan hal yang berkaitan dengan SARA,” terang dia.

Pramono melanjutkan, dirinya tak ingin pentas demokrasi yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 nanti membatasi ruang gerak masyarakat untuk menentukan pemimpinnya. Sejumlah pihak sudah seharusnya memberikan keleluasan terhadap hak pilih rakyat.

“Berilah kesempatan kepada rakyat memilih pemimpin terbaik yang dimiliki, siapa pun itu,” kata dia.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge