0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejahatan Siber di Indonesia Meningkat Tajam

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia yang terserang kejahatan siber pada 2013 lalu. Sementara pada tahun 2014-2015, kejahatan siber di Indonesia meningkat drastis sebesar 389 persen.

“Tahun 2014 ke 2015 kejahatan siber di Indonesia meningkat drastis sebesar 389 persen, yang mayoritas serangan pada sektor bisnis e-commerce,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (20/9).

Menurut Jokowi, munculnya ancaman kejahatan siber menjadi tantangan baru bagi pemerintah untuk memproteksi dunia digital. Terlebih dalam memperkuat ekonomi di sektor keuangan dan perbankan.

“Lembaga pemerintah juga harus selalu adaptif dengan dinamika dan tantangan tantangan baru,” jelas Jokowi.

Meski demikian, Presiden mengingatkan agar tidak membentuk lembaga baru untuk merespon kejahatan siber. Pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini menyarankan menteri kabinet kerja maupun pimpinan lembaga saling berkoordinasi dan konsolidasi dengan lembaga yang memiliki fungsi keamanan siber.

“Untuk menangani masalah keamanan siber tidak perlu membentuk lembaga baru, mulai dari nol tapi kita bisa memanfaatkan, bisa kembangkan, bisa konsolidasi dengan unit-unit di Kementerian atau lembaga yang memiliki fungsi keamanan siber,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara merencanakan pembentukan Badan Siber Nasional (BSN). Namun hingga saat ini, BSN belum terbentuk padahal lembaga itu diperkirakan selesai pada 11 Juli 2016.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge