0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

34 SMA/SMK Boyolali Tolak Full Day School

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Tidaks emua sekolah setuju full day school (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pro kontra rencana pelaksanaan program full day school mulai bermunculan. Di Kabupaten Boyolali, dari jumlah total 75 SMA/SMK, sebanyak 34 sekolah menolak penerapan full day school. Salah satu alasanya adalah transportasi.

“Kita sebar kuesioner berisi tiga pertanyaan, sebanyak 34 SMA SMK menolak (full day school ),” kata Sekretaris Disdikpora Boyolali, Darmanto, Selasa (20/9).

Dijelaskan, sekolah yang menolak antara lain SMKN 1 Selo, SMKN 1 Klego, SMAN 1 Andong, SMK Pandanaran Boyolali, SMK Muhammadiyah 2 Andong. Alasan yang dikemukakan, berkaitan dengan sulitnya alat transportasi bila sore hari,beban tambahan biaya bagi orang tua siswa dan kebutuhan SDM guru serta karyawan. Dari 75 SMA/ SMK, 34 menolak, 18 menyetujui dan sisanya sebanyak 23 abstain.

“Kebanyakan yang siswanya berdomisili di pedesaan menolak program full day school,” tambahnya.

Kepala Disdikpora Boyolali Abdul Rahman menambahkan, hasil kuesioner belum bisa dijadikan patokan. Pihaknya masih akan melakukan kajian mendalam terhadap semua tingkatan sekolah dari SD- SMA/SMK. Selain itu juga meminta pertimbangn dari bidang sekolah.

“Kajianya akan kita serahkan ke Bupati sebagai masukan untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” ujar Abdul Rahman.

Diakui, saat ini sudah ada sejumlah sekolah yang melaksanakan program full day school. Seperti sekolah yang dikelola yayasan. Sehingga orang tua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut sudah memiliki pertimbangan tersendiri.

“Biasanya orang tua bekerja, sekolahkan anak sambil menitipkan, anak dijemput saat pulang kerja,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge