0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Mengeluh Aparat Negara Terlalu Disibukkan dengan SPJ

merdeka.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tidak menghambat kinerja penyelenggara negara. Hal itu dia sampaikan saat membuka rapat kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Selasa (20/9).

“Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan Pak Menko Perekonomian (Darmin Nasution), kita ini jangan terlalu bertele-tele dalam akuntansi kita. Ini mohon maaf. Karena saya melihat, sekarang ini hampir 70 persen mungkin 67 persen birokrasi kita ini setiap hari ngurusnya SPJ. Kalau lembur sampai malam saya tanya ngurus apa ini, SPJ pak. Maaf, kalau orientasi kita ke situ menurut saya keliru,” ungkap Presiden saat memberikan sambutan di hadapan peserta rapat kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016.

Presiden mengambil contoh efek pengurusan SPJ terhadap kinerja guru. Guru, kata dia, terkadang lebih memprioritaskan mengurus SPJ ketimbang mentransformasi ilmu pengetahuan kepada siswa. Padahal tugas utama guru adalah mengajar siswa menjadi manusia berkualitas.

“Saya lihat di sekolah-sekolah itu SPJ, saya lihat di ruangan guru, kuitansi-kuitansi SPJ itu pasti,” ujarnya.

Selain itu, Presiden melihat ada fenomena yang berubah di Bidang Pertanian. Dulu, kata Presiden, petugas pertanian lapangan (PPL) tersebar ke berbagai daerah untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada petani. Namun realita kini, banyak petugas lapangan yang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurus SPJ.

“Coba di pertanian, dulu setiap pagi PPL berjalan di pematang sawah, bercengkrama dengan petani, memberikan bimbingan kepada petani. Sekarang lihat di dinas pertanian, Kementerian Pertanian semuanya duduk manis di meja di ruangan ber-AC ngurusi SPJ,” jelasnya.

“Coba kita lihat di PU, mohon maaf, PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik) itu harusnya konsentrasi 80 persen ngontrol jalan, ngontrol irigasi-irigasi yang rusak, jalan yang berlubang seperti apa. Tapi kalau kita lihat sekarang, karena semua orang takut dengan SPJ,” sambung Presiden.

Melihat dampak pengurusan SPJ mempengaruhi perkembangan negara, Presiden menegaskan agar seluruh Kementerian dan pimpinan lembaga maupun kepala daerah untuk segera memikirkan solusinya. Presiden menyarankan agar laporan di setiap lembaga dibuat lebih mudah dan simpel.

“Mulai kita pikirkan bagaimana mau menyiapkan laporan yang simpel tetapi orientasinya hasil, gampang dicek, gampang dikontrol, gampang diperiksa. Bukan laporan yang tebal-tebal, energi kita jangan habis di SPJ,” jelasnya.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge