0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Jabatan Direktur BKK Eromoko Kosong, Pemkab Tunggu Hasil Rapat

dok.timlo.net/tarmuji
Kabid Perekonomian Setda Wonogiri, Edy Tri Hadiyanto (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pergantian pucuk pimpinan Perusahaan Daerah (PD) BKK Eromoko hingga kini belum ada kejelasan. Namun demikian Pemkab Wonogiri menyatakan jika masih menunggu hasil rapat dewan pengawas.

“Kami belum tau kapan waktunya, karena itu bukan kewenangan Pemkab Wonogiri dalam penentuan pergantian posisi direktur,” ungkap Kepala Bidang Perekenomian Setda Wonogiri, Edy Tri Hadiyanto, Selasa (20/9).

Dirinya pun tak mau banyak berspekulasi terkait pergantian posisi jabatan dua Direktur PD BKK Eromoko yang mengalami kekosongan.

Menurutnya,dua jabatan strategis di tubuh PD BKK Eromoko mengalami kekosongan,yakni posisi direktur utama dan direktur pemasaran.Setelah dua pejabat tersebut tersandung masalah korupsi. Semula jabatan dirut diemban oleh Sunaryo dan jabatan Direktur Pemasaran oleh Suratno. Sunaryo sendiri telah menjalani pidana penjara di Rutan Kelas IIB Wonogiri selama 1,2 bulan, kemudian ia dinyatakan bebas pada 23 Agustus kemarin. Sedang Suratno sejak awal pemeriksaan oleh Kejari Wonogiri, ia kemudian jatuh sakit ,dan belum lama ini meninggal dunia.

“Untuk sementara, pemegang kebijakan di PD BKK diampu oleh direktur umum,” jelasnya.

Ia menyebut, saat ini Dewan Pengawas baru dalam tahap proses penentuan nasib Sunaryo. Setelah per 2 September, Sunaryo diberhentikan sementara oleh Dewan Pengawas, otomatis segala sesuatu yang berkaitan dengan finansial atau hak sebagai karyawan pun sudah tidak seperti saat menjabat dirut definitif.

“Kemarin kan Dewan Pengawas nunggu inkrah pengadilan dulu sebagai dasar dewan pengawas mengambil keputusan.Untuk memberhentikan seorang karyawan apalagi Dirut tidak bisa serta merta begitu saja. Ada tahapan proses, setelah diberhentikan sementara ada tempo satu bulan,maka dewan pengawas akan kembali rapat dengan pemegang saham untuk membahas kelanjutan nasib Sunaryo,” katanya.

Saat ditanya apakah pasca kasus korupsi di tubuh PD BKK Eromoko tersebut mengganggu laju investasi, Edy Tri menyatakan, hal itu sama sekali tidak berdampak pada eksistensi BKK Eromoko pada konsumen.

“Tidak sama sekali, BKK Eromoko masih jalan terus kok, dan masih dipercaya masyarakat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge