0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Sampai Arab, Bareskrim Dilarang Periksa Jamaah Ilegal Asal WNI

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Otoritas Arab Saudi melarang tim penyidik Bareskrim untuk memeriksa 700 jamaah haji yang diduga lolos dan berangkat lewat Filipina. Sehingga, tim penyidik hanya membantu pemulangan 700 jamaah haji ke Tanah air.

“Tim saya sudah di Arab, tapi tidak boleh periksa 700 jamaah haji oleh Otoritas sana. Makanya kami hanya bantu proses pemulangan saja,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agus Andrianto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9).

Karena tidak mendapat izin melakukan pemeriksaan, Agus pun memerintahkan anak buahnya bergerak ke Manila, Filipina. Di sana, tim penyidik diminta mencari informasi pasti terkait total jumlah jamaah haji yang lolos berangkat ke Arab Saudi.

“Saya suruh anak buah saya bergeser saja ke Manila, karena jumlah pastinya belum bisa dipastikan. Bahkan pihak KJRI pun tidak bisa memastikan,” jelas Agus.

Sebelumnya, penyidik Dittipidum Bareskrim Polri kembali menetapkan satu tersangka atas kasus pemberangkatan calon jemaah haji lewat Filipina secara ilegal. Total tersangka dalam kasus ini menjadi sembilan orang.

Dimana tujuh di antaranya, merupakan pemilik agen travel calon jamaah haji dan satu perempuan yang merupakan istri dari tujuh tersangka tersebut. Ketujuh tersangka itu yakni, AS, BDMW, HMT, MNA, F alias A, AH alias A dan ZAP.

Kemudian, penyidik juga ikut menetapkan satu tersangka lain berinisial HR yang berperan sebagai perekrut. HR diketahui, warga negara berpaspor ganda yakni Malaysia dan Filipina.

Atas perbuatannya, ketujuh tersangka dijerat pasal berlapis yakni, pasal 62 Undang-undang (UU) tentang perlindungan konsumen, pasal 64 dan 63 UU tentang penyelenggaraan ibadah haji dan pasal 378 KUHP terkait tindak pidana penipuan.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge