0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencalonan Moeldoko Diklaim Dapat Restu Jokowi

(merdeka.com)

Timlo.net – Jenderal (Purn) Dr Moeldoko mengklaim dapat dukungan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai calon ketua umum PSSI periode 2016-2020. Dia pun berharap Kongres PSSI pada 17 Oktober mendatang berjalan demokratis dalam semangat rekonsiliasi yang kuat.

“Saya tidak mungkin maju mencalonkan diri jika tidak mendapat dukungan pemerintah. PSSI itu anggota FIFA dan tunduk pada hukum FIFA. Tetapi sepakbola Indonesia adalah aset bangsa dan negara yang harus kita kelola bersama (Pemerintah) untuk kebaikan seluruh masyarakat bangsa. Karena itu, bagi saya, dukungan pemerintah terhadap kepemimpinan PSSI mutlak sifatnya,” ujar Moeldoko di Jakarta, Senin (19/9).

Moeldoko meyakini, dukungan pemerintah sangat menentukan maju mundurnya sepakbola di sebuah negara. Hal itu karena sepakbola memiliki dimensi luas, terkait politik, hukum, sosial, ekonomi, dan budaya sebuah negara bangsa. Moeldoko pun menggambarkan bagaimana risiko yang didapat jika PSSI tidak mendapat dukungan penuh oleh pemerintah.

Euforia sepakbola Indonesia ketika menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 dan Piala AFF tahun 2010 mendadak sirna begitu terjadi pertentangan antara pemerintah dan PSSI sejak awal tahun 2011.

“Kekisruhan organisasi PSSI dalam lima tahun terakhir berakar pada ketidakharmonisan antara PSSI dengan Pemerintah. Ketidakharmonisan hubungan itu berdampak luas, baik antaranggota PSSI serta kinerja PSSI dan klub-klub maupun hubungan dengan FIFA,” katanya.

“Nyaris selama lima tahun energi PSSI terkuras habis oleh dinamika yang penuh pertentangan ini. Sepakbola nasional pun kedodoran, mulai pembinaan pemain muda, kompetisi, hingga tim nasional,” papar lulusan terbaik AKABRI 1981 itu,” imbuhnya.

Karena itu, Moeldoko sungguh berharap bahwa Kongres PSSI 17 Oktober mendatang mengusung spirit rekonsiliasi. Kongresnya harus berproses secara demokratis dan bermartabat. Demokratis berarti Kongres berjalan sesuai prinsip-prinsip demokrasi.

Bermartabat artinya berjalan jujur dan bersahabat. Tidak ada kekerasan dan manipulasi, juga jauh dari politik uang.

“Ini era demokrasi. Saya seorang tentara, tetapi sangat menjunjung tinggi demokrasi. Kepemimpinan yang kuat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. Apalagi, mengurus sepakbola yang filosofinya adalah persahabatan,” kata dia.

Hanya Kongres yang demokratis dan bermartabat, kata Moeldoko, akan melahirkan kepemimpinan PSSI dengan legitimasi yang kuat dan diterima semua pihak. Terutama masyarakat sepakbola dan Pemerintah serta FIFA.

“Itulah makna Kongres rekonsiliatif yang saya maksud. Kita malu terhadap dunia dan FIFA. Kita malu dengan masyarakat kita sendiri,” ucapnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge